Friday, December 8, 2017

Nyinyir, julid, judging, ENOUGH TSAAAYYY!

 “Ih liat deh bulu matanya fake banget, palingan eye lash extension..”
“Dekil banget itu mukanya, kayak baru bangun tidur ya keliatannya?”

Coba inget-inget seberapa sering kita ngejudge atau kasih opini-opini gak penting kayak contoh di atas gitu?

Susah ingetnya ya karena keseringan?

Ok, pertanyaannya dipermudah deh.. Hari ini, pas kamu otw ke kantor/kampus, udah berapa orang yang kamu komentarin penampilannya?


Jawab dalam hati aja gaes.


Dunia ini memang semakin kejam. Tanpa sadar kita sering dan gampang banget untuk ngejudge. Liat orang update foto megang balon hati, langsung nyeletuk “Yaelah mbakkk cinta-cintaan melulu!”. Liat orang post foto pake hotpants di pantai, langsung nyeletuk “Halah dasar.. Padahal kalo di gereja alim banget pake baju tertutup banget.”
HELLOWWW JADI KALAU KE PANTAI PAKE KEMEJA, ROK SEMATA KAKI, SAMBIL NENTENG ALKITAB GITUU, TSAAAYYYY?!?!?!”

Contoh lain yang gak kalah absurd..
Orang yang gak suka make-up biasanya sering nyinyir “Hadeh, itu muka apa adonan? Tebel banget make-upnya.” atau “Be yourself aja kali, lebih cantik kalo mukanya natural!”
Sementara orang yang suka make-up bisa nyinyir “Hadeh mukanya ga terawat banget sih, bibirnya pake lipstick kek, pucet banget kek lagi tanggal tua.”
Gak ada yang 100% salah dan gak ada yang 100% bener. Ini hanya masalah kewajaran, penyesuaian, dan selera dalam berdandan. Gak salah untuk suka dandan asalkan pengaplikasiannya pas untuk kegiatan yang diikuti, misalkan dandan agak tebel pas ke kondangan mantan dan dandan rapi sewajarnya saat ke kantor. Kan ndak mungkin ke resepsi orang dengan tampilan “Natural aja men, bersyukur dengan wajah yang Tuhan kasih!” Ndak ada salahnya juga untuk mempercantik diri, kan? Kasian orang yang liat wajahmu itu loh mba :”(

Contoh nyata lainnya baru-baru ini terjadi di instagram Nadine Amizah (@cakecaine), seorang anak muda yang mempunyai suara luar biasa. Beberapa hari yang lalu doi post video semacam her daily makeup tutorial di instagram. And you know what netijen’s responses are? HATE SPEECH. Banyak yang komen “Ini make up kok tapi tetep dekil ya?”, “Mending pake foundation yang lebih terang, trs finishingnya pake bedak matte, kalo mau glowing tambahin highliter biar kesannya ngga dekil”, “Belum mandi ya kak?”, “ur teeth are so bad”!!! OMG AING MAU NGAMUK RASANYA!! She just uploaded a video of how SHE does her daily make up, jadi beda orang ya daily makeupya beda! TERUS WHY HARUS KOMEN NEGATIF GITU WHYY NETIJEN YANG MAHA BENAR????!?!?!?! Semua mendadak fokus pada makeupnya lalu lupa bahwa suara dia dan prestasinya emas banget. Duh dek, I love you and please ignore them! Nanti pokoknya pas aku nikah kamu harus nyanyi! Doakan bisa secepatnya yess sebelum kamu makin terkenal dan go internesyenel! :)))))))))) Untuk yang belum pernah denger ttg Nadin, go check out her on youtube or instagram.

Gue juga pernah dikomen gini, “Kamu tuh ya.. Kalau di facebook statusnya nyeleneh, bikin meme yang bikin ngakak, di whatsapp suka share quote bijak, di instagram pencitraan nge-share ayat Alkitab. Aneh deh..” Gue cuma ketawa. Yes, ndak gue bales karena dia jauh lebih tua dan karena gue merupakan manusia beradab yang memegang teguh perilaku sopan santun walopun dalam hati inginku berkata qasar. QASAR!!
Sebenernya gue pengen nanya, “Uhm nganu misi, anehnya di bagian mana ya?” Apakah orang yang relijiyus ga boleh humoris? Atau apakah orang yang suka ngelucu ga boleh sesekali share quote bijak ala ala gitu?” Atau apakah percakapan yang terjadi harus seperti ini:

U: “Hi Ren.. Apa kabar nih?”
I: “Puji Tuhan. Kabar baik. Aku yakin kabarmu juga baik-baik saja, bukan?”
U: “Iya baik juga kok. Keluarga kamu kabarnya baik juga kan?”
I: “Ya, tentu, semua ini karena kebaikan dan kemurahan Tuhan yang senantiasa melindungi aku dan keluargaku. Aku juga berharap kasih karunia dan damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal senantiasa menaungi kamu dan keluargamu, ya..”
(Lalu di akhir percakapan malaikat surgawi menyanyikan NKB 225 “Haleluya Amin”)

Mba mas sis bro, ku kasih tau ya, ndak berarti kalau seseorang rajin baca kitab suci terus dia harus jadi pendiam, suka duduk di samping kolam berair tenang sambil memakan roti manna. Ndak berarti juga seseorang yang humoris harus selalu share lelucon di media sosyel. Yang aneh itu kalau yang aku lakukan bertolak belakang, misalkan di instagram share ayat suci, tapi di facebook share foto-foto pas lagi mabu-mabu atau ena-ena di klub malam (tapi apalah aku ini yang cupu, belum pernah ke club). Ini baru bisa dipertanyakan, but still kamu ndak berhak judge juga karena Allah adalah hakim yang terutama dan utama. Can I get an “amen”?

AMEEEENNNNNNNNNN!

So mentemen, post singkat ini sekadar (inget, bukan sekedar) reminder untuk kita semua agar ndak mudah ngejudge dan nyinyir. Kalau kamu liat cewek cantik, instead of nyinyir “Aelah cantik karena makeup!”, kamu bisa melirik ke kaca, dan jika kamu masih terlihat jelek, coba pake lipstik sedikit agar at least wajahmu tidak seburuk hatimu :) Lalu jika kamu liat orang jago bahasa inggris, ndak perlu nyinyir “ya jelas lah dia kan orang kaya, bapak emaknya sanggup bayarin dia les!”, mending kamu buka youtube lalu belajar gratis dari youtube. Ndak ada kuota? Ke mcd*nalds aja, beli es krim seharga 7.500 dan kamu bisa seharian belajar bahasa Inggris.

Mari kita semua belajar untuk think twice sebelum ngeluarin statement gak penting. Kalo pun pengen beropini, carilah hal yang lebih penting untuk dikomentari, contohnya: “Wah keren ya, umurnya masih 14 thn tapi suaranya bagus” atau “Gaya tulisannya si mbak itu bagus deh, tegas tapi tetep mudah dimengerti” atau masih banyak hal-hal berbobot untuk dikomentari.

Untuk kamu yang merasa terlalu sering mengomentari orang lain dan ingin berubah, mungkin kamu perlu berdamai dengan diri sendiri sebelum kamu berdamai dengan dunia. Mulailah untuk periksa dirimu sendiri, jangan-jangan dirimu tidak terurus karena terlalu fokus pada orang lain. Ingat-ingat lagi, kapan terakhir kali kamu pergi ke salon untuk creambath atau merapikan ujung rambutmu? Kapan terakhir kali kamu membaca novel atau menonton film bermutu? Kapan terakhir kali kamu mengunjungi restoran favoritmu untuk menyantap makanan bergizi kesukaanmu? Berilah perhatian pada setiap anggota tubuhmu. Berilah ilmu dan wawasan pada otakmu. Berilah minyak rem pada gerbang mulutmu.  

I believe we can do so much better than nyinyirin how other people dress, smile, do their makeup, etc! I believe we all can do so much better than judging and sharing negative thoughts!  Have a great day! I love you!

Tuesday, October 10, 2017

Katakan Tydac Pada Hoax!

Zaman now peredaran berita dan informasi sangat cepat dan gak ada batasnya. Apa yang kita share, dalam hitungan detik udah bisa dibaca ratusan bahkan ribuan warganet. Bahkan twit asal2an gue tentang Raisa-Hamish aja udah dilirat ribuan orang, malahan masuk line today -_____-



Namun sayang beribu sayang aku ga punya sayang kadang berita dan informasi yang beredar di dunia maya banyak yang palsu alias hoax.  Bagaimana caranya agar kita gak mudah termakan hoax? Brikut tipsnya!

1.  Baca Artikelnya, Bukan Cuma Judulnya

Contoh judul berita hoax 1
“Melamar Kerja, WNI Harus Punya KTP, Ijazah S1, SKCK, SIM, BPJS, KJP, Kartu Perpustakaan, E-Money, Sementara Warga Cina Masuk ke RI Cuma Test Nyanyi Lagu Balonku Dapat Gaji 20 Juta”

YAKALI. INI GAK MUNGKIN LAH. Seriously orang-orang yang langsung percaya karena baca judul artikel  kayak gitu pengen gue bisikin: “Mb, mz, tes urin gih.”

Contoh judul berita hoax 2
 “Mulai tahun 2018, Setiap Jomblo Akan Diusir dari Indonesia”

Jomblo jangan langsung marah! Inget, jomblo awesome gak boleh bersumbu pendek, kita harus dibaca dulu seluruh artikelnya. Siapa tahu maksudnya kan jomblo dikasih free trip ke Santorini atau ke Korea Selatan selama bertahun-tahun ya kaaann. AMIIIIIINNNN.

So plis kurang-kurangin lah berkomentar negatif setelah liat judul artikel. 

MAKANYA BACA ARTIKELNYA, GUYS! BACA!!  IQRA!!!!!
IQRA!!!!!

2. Cek n ricek ke sumber terpercaya

Misalkan lo liat sebuah post di akun instagram seseorang “Hamish Daud Wyllie Kepergok Berduaan Dengan Cewek di Pantai”, lo kudu cek dulu akun instagram lain yang terpercaya dan memang ahli di bidangnya, contohnya akun @lambeturah dan @lambenyinyir. Nah dua akun ini mah terpercaya kalau tentang gosip ertong, jarang hoax karena ada bukti cekrak cekrek hengpong jadul yesssss.

Contoh lainnya, misalkan lo dapet broadcast message tentang bentrokan massa, lebih baik cek dulu ke website berita kayak BBC Indonesia, CNN.co.id, detik.com, kompas.com, dan lain-lain. Siapa tau bukan bentrokan massa, tapi ada nikahan orang betawi yang dibuka dengan petasan dan bales-balesan pantun:

Calon suami:
BANG MAMAT PERGI KE JEPANG
PULANG-PULANG BAWA TAHU
((CAKEEEEEEEEEEEEEEEPPPPPPPP))
WAHAI ENENG BERAMBUT PANJANG
MAUKAH KAU MENJADI ISTRIKU?

*drung tak tak takdrung cess pleng*

BANG MAMAT PERGI KE JEPANG
PULANG-PULANG BAWA KELAPA
((CAKEEEEEEEEEEEEEEEPPPPPPPP))
BERANI JUGA LU LAMAR ANAK ORANG
EMANG TANAH LU ADA BERAPA?

Kemudian gak jadi nikah karena mereka ribut ha ha

3. Tahan jempol sebelum klik “share” atau “forward”

“Sebarkan ini ke 10 teman dekatmu”
Kalo temen deket gue cuma 5 gimana ni banggggg?

“Kirim ke 30 wanita jika kamu mencintai ibumu”
Ini apa hubungannya? Emak gue yakin bahwa cinta gue asli kalo gue beliin produk SK II!!!

“Jangan berhenti di kamu!”
Yah, tapi kan aku udah nyaman sama kamu, gak bole berhenti di kamu aja nih? :(

Sebelum share, forward atau apapun itu istilahnya, lo harus mempertimbangkan hal ini:
- Pesannya penting apa ngga
- Adakah korelasi antara pesan dengan orang yang dituju (contohnya: ngga perlu kirim “tips menaikkan berat badan” ke gue karena dengan bernafas aja berat badan gue naik 2,5 kg)
- Mengandung unsur SARA (Suku, Ras, Agama, dan Antargolongan) yang bisa menyebabkan keruntuhan group whatsapp. Kalo Sara yang ini sih boleh yaaa:


4. Perdalam ilmu pengetahuan

Menurut gue, ini sebenernya yang paling penting sih. Kalau ilmu pengetahuan kita luas, kita gak akan mudah tertipu hoax. Kita akan tahu mengapa air memercik ketika kena minyak panas, mengapa bintang bersinar, mengapa air mengalir, mengapa dunia berputar, ye gak Sherina?
Kita gak akan mudah share berita terus kasih caption: “Alah kapirrrrr, PKI, zionis, kadal bintit, muka gepeng, kecoa bunting, dinosaurus, brontosaurus!” padahal kemungkinan besar gak pernah baca sejarah tentang PKI.
Kalau ilmu kita cukup, kita gak akan gampang percaya artikel tentang “Terungkap Alasan Nicholas Saputra Memilih Untuk Melahirkan Anak Pertamanya di Sumedang” PLEASE! Nicholas lakik! Doi gak bisa hamil, apalagi melahirkan! *peluk sesebabang Nicho unch unch*
atau “Patung Kuda di Depan Monas Membuat Iman Goyah Karena Dicurigai Sering Bergerak ke Arah Kota Pada Minggu Malam” (yhaaaaaa mau ngapain tuh malem-malem ke Kota? HAHAHA)

5. Jangan terlalu banyak main media sosial

Ga mau kena hoax? Jangan kebanyakan main media sosial, guys.
Iya, ini tips unfaedah, biar genap aja ada 5 tips. HAHAHAHA.

Have a great day, jomblo-jombloku! You (yes, you) are awesome!

Thursday, October 5, 2017

Fenomena Unik di Jalanan Ibu kota, Nomor 6 Akan Membuatmu Tertawa Terbahak-bahak!

((EA JUDULNYA KAYAK CLICKBAIT. HAHAHA!))

Ibu kota selalu mempunyai berbagai aspek menarik untuk kita nikmati, mulai dari masyarakatnya, budayanya, makanannya, bahkan kondisi jalan rayanya.

YAELA KAKU AMAT REN KAYAK NULIS DI WEB CNN -_____-

Oke, first of all, gue bukan pengamat jalan raya atau polisi lalu lintas/dishub, gue hanya tergabung dalam gank "Wanita Idaman Ibumu" yang suka melihat segala hal dengan detail, termasuk saat lagi di berada di jalan. Jalanan Jakarta tidak selalu tentang macet seperti ini:

atau seperti ini:


Dari pengamatan gue, jika kita melihat dan memerhatikan lebih jauh, selain macetnya, ada beberapa hal yang membuat jalanan di Jakarta unik dan ajaib. Here is the list:

1. Klakson kendaraan yang berbunyi 0,5923189 detik sebelum lampu lalu hijau menyala

Di negara lain:
lampu merah: berhenti
lampu kuning: bersiap untuk jalan
lampu hijau: jalan

di Jakarta:
lampu merah: terpaksa berhenti
lampu kuning: "tiintiiiiinnnn!!!!" "titttttttt!!!" "preeeeeeettt" "WOY MAJU!!"
lampu hijau: ngebut

di Jakarta juga:
lampu merah: jalan
lampu kuning: jalan
lampu hijau: jalan

yaela jalan mulu tapi kok ngga jadian :( 

2. THE POWER OF EMAK-EMAK naik motor matic yang kasih sein kanan padahal mau belok kiri
Sebelumnya gue mau memastikan bahwa di sini gue tidak mendiskreditkan ibu-ibu atau motor matic yhaa, tapi ini adalah kejadian nyata yang kita jumpai sehari-hari. 
Untuk hal ini, gue gak bisa bantu kasih solusi ke kalian. Gue hanya meminta kalian untuk bersabar kalo ketemu ibu-ibu kayak gini. Kalau kalian ajak ribut di jalan pun kalian pasti kalah.

A:    "Bu,gimana sih tadi kasih sein kanan kok malah belok kiri?"
Ibu: "Ya suka-suka saya dong! Yang pasti kan saya udah kasih tanda!"
A:    "Tandanya salah, bu. Kalau mau ke kiri ya harusnya kasih sein kiri"
Ibu:  "Ya mungkin saya lagi banyak pikiran. Cucian blom kering, ini mau anter anak sekolah, bapaknya gak pulang-pulang, cuma ngasih 50 ribu sebulan untuk beli apa itu? Orek baut? Udah kayak gini masih saya lagi yang salah?"

Kalau percakapannya udah kayak gitu, mending kalian mendadak kejang-kejang sambil berkata "AING MAUNG!!!" Pura-pura kesurupan aja udehh.

3. Driver ojek online yang nyetir sambil liat maps
Gue pernah beberapa kali dapet driver yang kayak gini. Sebelum jalan, gue selalu make sure "Bapak tau kan tujuannya?" Lalu biasa si bapak hanya mengangguk, tersenyum manis, seraya memberikan helm ke gue. (awww perhatian banget sih kamoh pak)
Nah gak lama setelah motor jalan, si bapak mencet-mencet hape, zoom in maps, sambil berusaha fokus nyetir. 
Gue:      "Kenapa, pak? Gak tau jalannya?"
Driver:  "Kayaknya sih tau mba, tapi mastiin aja, takut salah"
Gue:      "Kalo gitu berhenti dulu aja pak sampe bapak yakin, atau saya arahin aja ya, soalnya bahaya pak nyetir sambil liat hape."
Driver:   "I....iya iya mba"

Huftttt kadang cowok tuh gitu ya, sering ga percaya sama cewek. Kalau cewek ngomong A, ya artinya A (kadang plus B dikit), kalau cewek ngomong "terserah" ya berarti pikir aja sendiri! PLUS, cowok gak usah takut salah, karena kalian mau gimana pun, mau berbuat apapun, pasti tetep salah di mata cewek. Ingat itu, kisanak.

4. "Barangsiapa menabrak, orang tersebut lah yang harus marah"
Ya ya ya.. Pasti kalian pernah merasakan hal ini. Dari beberapa kecelakaan yang terjadi, gue lebih sering perhatiin motor yang nabrak/nyenggol mobil. Mobil juga pernah nabrak motor, tapi lebih sering motor nyempil dan nyenggol mobil kan yaa. Persenggolan gak berhenti di situ. Karena apa? Karena si pemotor marah dan melotot ke pengendara mobil. ME-LO-TOT.  Kalau udah kayak gitu rasanya gue pengen turun dari mobil, buka helm masnya, dan berbisik sendu: "Mas, kamu sehat?", lalu kutonjok manja perutnya sambil memberikan senyuman terakhir. Atuhlah kalo salah ya minta maaf, or at least ndak usah marah! 

5. Orang Menyebrang Saat Lampu Hijau
Ini salah satu hal yang membuat gue terkagum dengan masyarakat ibukota. Setiap ketemu orang yang nyebrang saat lampu hijau, gue selalu menatap nanar ke langit sambil berkata "Wow Tuhan, terima kasih telah memberiku hiburan gratis dengan menciptakan makhluk kayak gini. Makasih Tuhan, hidupku asyik!"
Entah apa yang ada di pikiran orang-orang ini sampai mereka rela mengadu nyawanya saat menyebrang jalan. Mending kalo sambil lari, ya mungkin aja ada yang urgent banget, misalnya suaminya mau melahirkan. Yang kocak adalah nemuin orang yang nyebrang di lampu hijau, dan orang itu dengan penuh kepercayaan diri mengangkat tangan memberi sinyal kepada pengendara motor dan mobil untuk berhenti. Gue salut banget. Sayang waktu itu gak sempet kenalan, padahal siapa tahu aja dia superman kebanggaan Cibeureum.

6. Motor dan mobil lewat jalur transjakarta
Nah ini nih.. Dari dulu sampe sekarang masih gini aja. Mungkin di beberapa jalan protokol udah jarang sih ada pengendara motor atau mobil yang masuk jalur TJ, contohnya kayak di Sudirman. Tapi sayangnya, di beberapa wilayah lain seperti jalan Panjang, Cawang, Grogol, jalan Sultan Agung, masih banyak pengendara yang melanggar peraturan. Baru-baru ini ada video viral yang menunjukkan kelucuan dan pengamalan nyata dari asas gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Ini videonya:


Yak kalian bisa lihat bahwa para pemotor ini masuk jalur bus TJ dan ternyata *tadaaaaa* di ujung jalan ada pak polisi! HAHAHAHA! Semua mendadak putar balik dan mengangkat motornya untuk keluar dari jalur bus TJ. Nampaknya mereka sungguh menjalankan perintah pak Presiden untuk "kerja, kerja, kerja!", walau mereka lupa untuk memakai "otak, otak, otak!" 
duh maap yha kasar soalnya gemets guys. dan gue jadi pengen otak-otak :(

Sekian pengamatan gue tentang fenomena unik di jalanan ibukota. Semoga kita yang membaca ini bisa tertib dalam berkendara dan dijauhkan dari jenis-jenis pengendara yang gue sebutin di atas. Kalau kalian pernah nemu fenomena yang lebih unik, monggo share di kolom komen! 

BHAY! LOVE YOU!

Thursday, November 10, 2016

Selamat Hari Pahlawan Bagi Kamu Yang.................

Pertama-tama, sebagai blogger dan netizen yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia, gue mau mengucapkan terima kasih kepada para pahlawan yang telah memperjuangakan kemerdekaan negara kita tercinta.

Selanjutnya gue pengen ngucapin selamat hari pahlawan kepada beberapa lapisan masyarakat yang sering terabaikan.


Mari kita mulai..



Selamat hari pahlawan bagi kamu yang nda suka broadcast "kirim ke 10 orang, kalo nda kamu akan mati terbakar di neraka"

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalau dibilang cantik nda bales "aaah lebih cantik kamu tauuukkkk"


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak repot ngurusin Trump padahal nama menteri aja kamu ndak hapal :(


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang bantu goyang2in tangan pas lagi naik ojek dan abangnya mau belok


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak goyang2in mobil atau motor setelah isi bensin


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo ditanya "knp" ndak jawab sekadar "gpp"


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang percaya pas ada temen bilang "pake duit lu dulu bro, nanti gue ganti"


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo makan ayam goreng, kulitnya ditaro di pinggir piring dulu untuk dimakan terakhir


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak suka curhat di path pake modus "listening to"


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo di transjakarta ndak pura-pura tidur pas ada nenek-nenek bawa pisang 13 sisir

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak ngambil saos sambel di kfc banyak banget sampe nyisa di piring terus dibikin gambar lope lope

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak cengtri sambil pake celana pendek omaygat plis


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang bilangnya mau lari pagi padahal tujuan utamanya mau beli nasi uduk

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo mau masuk lift kasih jalan yang mau keluar dulu


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang suka minum susu padahal kamu tau bahwa 5 permen milkita sama dengan 1 gelas susu"


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang bisa pake softlense sambil otewe naik ojek


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang suka menghirup aroma bensin hmmmm


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak minta duit ke orangtua bilangnya untuk uang duka padahal untuk ke warnet



Selamat hari pahlawan bagi kamu yang pasrah setiap mau potong rambut

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang cepet move on dari gebetan yang ndak kunjung kasih sinyal. mungkin di gunung kawi sinyal jelek maklumin aja

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak rempong ngarep artis dan aktor di film korea favoritmu nikah di kehidupan nyata



Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak bilang "5 menit lagi gue sampe bro" padahal badan masih nempel di kasur

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang berharap KPI berhenti nyiarin sinetron yang ada adegan macan bisa terbang, hello kitty dimasak di wajan, dan sejenisnya

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo lagi di toilet mall ngantrinya ndak di depan bilik tapi bikin 1 baris mengular sampe ke pintu utama toilet



Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak suka minta folbek ke artis 

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak ikhlas ngelike foto temenmu, bukan like for like

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo ditanya "dmn?" ndak bales "otw"


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang bisa ngebedain rasa coca cola dan pepsi. kamu hebat


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang tetep tersenyum pas nginjek lego

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo ke bioskop ndak nyelundupin nasi padang

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang senyumnya manis banget bikin aku pengen bisikin "senyumnya boleh aku tambahin tropicana slim biar ndak kemanisan?"


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak post selfie dengan ratusan filter terus captionnya #nofilter


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo mau pergi dandannya minimalis alias minimal pake alis


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo makan nasi selalu habis biar nasinya ndak nangis :(


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kisah cintanya belum kayak alfamart dan indomaret

dan terakhir.. Selamat hari pahlawan bagi kamu yang lagi senyam-senyum baca post ini. Sering-sering aja main ke blog ini siapa tahu kita jodoh

hehehehehehehehe

Thursday, November 3, 2016

Solo Traveling? Siapa Takut!

“Solo traveling? Ga seru keleus..”
“Solo traveling? Ga mungkin lah.. gue kan cewek!”
“Solo traveling? Emangnya aman ya?”

Itu opini basi yang udah sering kita denger. Mostly cewek-cewek yang ngomong gitu dan hal tersebut membuat gue sedih. Alasan beberapa cewek masih ragu untuk solo traveling ada banyak, mulai dari merasa gak seru kalo gak jalan bareng temen-temen, takut gelap, takut nyasar, takut dibawa kabur, takut gak ada yang foto-fotoin, dan ketakutan-ketakutan lainnya.
Sebagai seorang cewek (ya anggap aja begitu), gue akan ngasih beberapa tips awesome untuk solo traveling ke tempat-tempat keren tanpa merasa takut ini, takut itu, takut kehilangan dia, dan takut apalah itu.

Tips 1 – Takut berbuat dosa lebih baik daripada takut yang lain-lain
Sebelum lo merasa takut akan hal-hal duniawi, hal yang paling utama harus lo lakukan adalah takut berbuat dosa. Kita terlalu sering mikirin takut naik bus antar kota, but on the other side kita jago banget nyinyir di medsos. Mungkin kita juga sering takut jalan sendirian di malam hari, tapi gak takut jalan bareng pacar orang. Atau mungkin juga takut dibawa kabur sopir travel, tapi gak takut kalo pake duit SPP dari orang tua untuk beli rokok. Astajim… bertobat gaes..
So point number 1… Sebelum mikirin hal-hal “menakutkan” tentang solo traveling, sebaiknya takutlah berbuat dosa dan dekatkan diri lo pada Tuhan YME.

Tips 2 – Simpan nomor telepon orang-orang yang lo cintai walau mungkin mereka tidak mencintai lo
Pastikan lo save nomor-nomor telepon penting di handphone, contohnya nomor telepon keluarga, temen, temennya temen, temen se-padepokan, tetangga, nomor telepon kantor, kantor polisi, pemadam kebakaran, PLN, dan yang gak kalah penting lo harus punya nomor telepon “dududududu I’m lovin it”.  Kenapa lo harus punya nomor-nomor di atas? Karena lo harus selalu kabarin dan keep in touch, plus untuk jaga-jaga kalo terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Tips 3 - Cari review sebanyak-banyaknya
Sebelum lo pergi dan mengatur itinerary, lo perlu baca review tentang tempat tujuan lo,baik itu review di internet atau berdasarkan pengalaman orang-orang di sekitar lo. Cari review mengenai berbagai hal, mulai dari tempat wisata yang banyak dikunjungi anak-anak gaul nan ganteng, penginapan bintang lima harga bintang 2, alat transportasi yang murah dan cepat, tempat berbelanja yang murah, restoran yang menjual makanan haram dan halal, dan lain-lain.
Oh iya, curhat dikit. Jangan terlalu percaya sama review di internet. Di sebuah blog si penulis bilang gini: “Nginep di hotel A aja, enak, deket banget tinggal jalan kaki sekitar 15 menit nyampe deh ke museum B. Cuma lurus, belok kanan, ada perempatan terus belok kanan lagi.  ” Gue yang polos dan bernoda ini mengikuti saran si mbak. Gue nginep di hotel A lalu dengan jiwa ala-ala traveler kece gue jalan kaki shantai. 5 menit pertama masih biasa aja. 15 menit jalan dan gue mulai penasaran kok jalannya lurus terus. Lalu gue jalan lagi sampe udah lebih dari 20 menit daaaaaaaaan yawlah mana belokan ke kanannyaaaaaa??????????? :((( Ternyata jauh shob :((((
Yah gitu lah… Pokoknya harus cari info sebanyak-sebanyaknya dan bikin perbandingan dari berbagai sumber yang lo dapet kalo gak mau jalan terus dan gak nemu jodoh tempat wisatanya.


Tips 4 – Bikin itinerary secara detail
Setelah melakukan research yang matang dan mendalam, lo harus bikin itinerary. Walaupun lo bukan lagi study tour kayak anak-anak SMP ke Ancol, lo tetep harus punya itinerary sebagai acuan untuk memastikan gak ada tempat wisata hits yang terlewatkan dan sekaligus biar ada ancer-ancer waktunya. Gue sarannin bikin itinerarynya sedetail mungkin, contohnya gini:

TRIP TO MAYESTIK
05:00 Bangun pagi, doa, menysukuri berkat Tuhan yang sungguh luar biasa
05:30 Jalan ke kamar mandi
05:35-06:00 Ketiduran di kamar mandi
06:00 Mandi beneran, jangan lupa menggosok gigi. Oh ya, jangan lupa membereskan tempat tidur sendiri gak usah dibantu ibu, kasian ibumu udah tua, udah minta cucu tuh kayaknya



06:30 Berangkat naik angkot B 10 ke jalan raya ciledug, lalu lanjut naik metro mini 69 tujuan blok m, bisikin abang keneknya “Bang, saya turun di mayestik ya..”
08:00 Sampai di Mayestik dan berseru dalam hati “kenapa gue ke Mayestik ya?”
08:05 Pulang ke rumah

Nah contohnya kayak gitu.. Perlu tulis detail transportasi umumnya, nomor bus, transportasi alternatif, jalan alternatif, jarak perjalanan, ketersediaan wifi di bus, bangunan yang akan dilewati sepanjang perjalanan, dan sebagainya. Tulis detail kayak gitu biar lo alert dan gak nurut aja kalo diarak keliling kampung sama supir bus.

Tips 5 - Jangan terlihat linglung
Ketika lo pertama kali mengunjungi suatu tempat sendiri, lo pasti akan merasa bingung. That’s okay, ini wajar. Dalam hati lo akan ada suara-suara seperti “Kemana kaki ini akan melangkah?” “Haruskah aku belok kanan atau haruskah aku belok kiri, berlari ke hutan, dan tak kembali lagi?” “Yawlah… banyak banget mas-mas brewokan di sini” atau sekadar “Wah indahnya pemandangan.. Belum pernah gue melihat warteg sebanyak ini.. kira-kira enakan warteg yang ini atau yang di samping pangkalan ojek itu ya?” (INI GUE BANGET HAHAHAHAHA)
Yang perlu lo lakukan di tengah kebingungan adalah tetap memasang wajah COOL dan YAKIN. Tampang lo kudu “YO WHATS UP WHATS DOWN MAMEN mode: on.” Misalnya lo pengen tau di sebelah kanan itu ada apa, lo bisa pura-pura teleponan, terus sambil nyengir dikit dan pelan-pelan bergerak ke arah kanan. Atau bisa juga gak usah pura-pura telpon, santai aja jalan kaki seakan-akan lo tau tujuan lo walaupun bisa aja itu jalan buntu. Hahahahahaha.

Gak apa-apa lah kalo ketemu jalan buntu, namanya juga hidup, gak ada yang pasti. Ibaratnya kayak orang pacaran aja: ada yang pacaran sampe nikah, ada yang pacaran lalu ditinggal nikah.


Tips 6 - Bergayalah se-simple mungkin
Berbicara soal gaya pakaian, kostum andalan gue kalo lagi traveling sih biasanya cuma 3 items, yaitu kaos, jeans, sepatu kets. Beres.

“Yaaah tapi gue kan mau keliatan keren lah kalo difoto..”

Boleh boleh… Silakan tampil stylish dan kekinian, tapi sebaiknya jangan berlebihan dan ngerepotin diri lo sendiri. Sesuaikan penampilan dengan tempat tujuan lo. Misalnya lo mau main ke pantai, lo cukup pake baju casual, kacamata cengdem (seceng adem), tas kecil berisi hape dan dompet, and that’s enough. Gak usah bawa papan surfing, karena selain terlihat mencolok, pegel juga shob :(
Atau misalnya lo mau mengunjungi tempat formal atau berbau keagamaan, sebaiknya lo pake baju yang sopan plus celana jeans panjang yang gak bolong-bolong kayak artis instagram endorsean gitu loh hehehehehe
Intinya sih se-comfortable mungkin aja.. Lo gak mau kan kelewatan momen foto ombak kece cuma gara-gara lo repot megangin rok lo yang terbang terus di-kiw-kiw-in sama mas mas kepang rambut?

Tips 7 - Don’t act like a tourist
Tips ini sebenernya hampir sama kayak tips 5. Ketika lo lagi traveling, selain harus stay cool, lo juga sebaiknya jangan terlalu ekspresif kayak baru ngeliat matahari untuk pertama kalinya.
Contohnya ketika lo liat suatu objek keren untuk difoto. Lo boleh foto-foto, tapi fotolah hal-hal indah yang unik dan jarang ditemuin di tempat lain. Gak perlu histeris ketika liat kucing lewat lalu teriak “Ya ampun kucing Bali lucu-lucu banget sih uwuwuwwww gemessssss” 
HELLOOOOOO KUCING DIMANA-MANA YA GITU-GITU AJA  MBAAAA!!

Atau ketika lo lagi berkunjung ke sebuah pasar di Malang, lalu lo amazed ngeliat buah apel dan berkata “Wow awesome banget bu apelnya! Saya belum pernah liat apel semerah ini! Buletnya sempurna! Dunia harus tau apel Malang.”
ATUHLAH DI CARREFOUR JUGA ADA APEL MALANG!!

Atau lo liat anak kecil lagi lari-larian di pinggir sawah terus lo langsung cekrek2 sambil berkata “Duhhh lucu banget anak-anak Lampung warna ingusnya unik, ijo tosca dengan sedikit sentuhan kuning giniii”
APA-APAAN INIIIIIII!!!!

Gue sih lebih setuju kalo lo pergi ke suatu tempat wisata keluarga, dimana banyak keluarga-keluarga muda menghabiskan waktu bersama, melihat senyum ceria di wajah anak-anak kecil, dan lo pasti akan bergumam “Duh lucu banget sih……….papanya uwuwuwuwuwuwuwwww” #XAMPAH

Contoh lainnya untuk tidak bertingkah kayak turis adalah ketika lo lagi di perjalanan, let’s say di bus atau kereta. Lo gak perlu liatin aplikasi maps di handphone tiap menit. Udah gitu pake suara pula. “Go straight.” Lalu 5 menit kemudian si mbak-mbak gps ngomong lagi “go straight”. Yaiyalah straight, orang lagi naik kereta :(
Versi konvensional dari aplikasi maps di hanpdhone adalah peta. Lo juga gak perlu buka peta gede-gede di dalam bus, apalagi pake acara ngajak orang yang duduk di sebelah main peta buta :(
Tetep tenang aja selama udah tau ancer-ancer perjalanan yang tertulis di itinerary.

Tips 8 - Bawa uang yang cukup dan simpen di beberapa tempat
Traveling yang nyaman akan terjadi jika keuangan aman. Hahahahaha. Gak harus bawa uang banyak, yang penting cukup dan dilebihin dikit just in case ada emergency. Dan yang gak kalah penting adalah: jangan taro semua uang lo di dompet. Why? Karena kalau semua uang ditaro di dompet, ketika tiba-tiba dicopet atau dompet lo hilang, lo akan kebingungan dan dilanda duka mendalam kayak diputusin pacar yang baru jadian sehari! Simpen uang di berbagai tempat selain dompet, misalnya di kantong celana, di kantong tas bagian depan, di kaos kaki (agak geli-geli gitu sih jadinya), kantong baju, atau bisa juga lo taro di sofa tempat lo duduk…...siapa tau aja lo punya keahlian menggandakan uang LOL


Itu dia 8 tips awesome untuk solo traveling!

Jadi kalau ada yang bilang: “Solo traveling? Ga seru keleus..”
Seru banget keleus. Bisa atur itinerary sendiri, bisa gerak kemana aja tanpa perlu denger temen ngetrip ngedumel karena laper, baper, atau lagi caper -___-
“Solo traveling? Ga mungkin lah.. gue kan cewek!”
Sampe kapan cewek mau dianggap lebih lemah dari lakik? Jadi cewek kudu seterong! Jangan manja!
“Solo traveling? Emangnya aman ya?”
Aman, selama lo melakukan tips-tips di atas insya Allah aman :))))

Sekian tips yang bisa gue bagikan! Semoga setelah membaca artikel awesome ini, lo akan semakin yakin untuk coba solo traveling karena going to new places and meeting new people itu asique beud dan tida terlupakan~~

Wednesday, October 5, 2016

Harinya Guru-guru Awesome!

Ngebahas tentang guru, kayaknya gue harus mengawali post ini dengan permintaan maaf kepada guru-guru yang pernah mengajar gue, khususnya guru-guru SMA gue..
Kepada Bu ******, maaf saya pernah makan batagor di jam pelajaran ibu. Mungkin karena logat bicara ibu yang khas, saya tiba-tiba kangen Bandung dan makanan khas Bandung: Batagor. :(

Kepada Pak ****, maaf saya gak pernah ngerjain PR dari bapak karena bapak pun selalu lupa bahwa bapak kasih PR.

Kepada Bu ****, maaf saya selalu ngobrol pas ibu ngajarin fisika. Terutama pas Ibu lagi ngajarin perbandingan jarak antara bumi dan planet x, karena menurut saya “Apalah arti jarak kalau dua hati memang sudah ditakdirkan untuk bersatu?” 


Kepada Pak ********, maaf saya pernah ketiduran pas bapak lagi cuap-cuap. Bukan berarti saya tidak menghormati bapak, tapi memang wajah bapak begitu syahdu dan suara bapak begitu lembut.

DOSA GUE BANYAK BANGET WQWQWQWQWQ

Menjadi seorang guru adalah suatu hal yang susah-susah-gampang, tapi menjadi seorang guru yang baik adalah hal yang susah-susah-susah. Dulu gue pikir semua ini hanyalah teori belaka dan semacam cerita malam Jumat kliwon yang menakutkan. Tapi setelah manjadi guru beneran, gue baru sadar...Emang susah ya jadi seorang guru yang baik.

Here is why menjadi seorang guru yang baik itu susah:

1. Guru harus memberi teladan
Guru harus bisa kasih contoh yang baik melalui tindakan nyata, bukan cuma cuap cuap. Contohnya, kalau guru menghimbau murid untuk datang tepat waktu, maka guru juga harus datang tepat waktu. Kalau guru melarang murid untuk merokok di lingkungan sekolah, maka guru juga gak boleh ngerokok walaupun diem-diem di ujung lorong atau toilet karena ujung-ujungnya bakalan ketauan murid juga keleus. Kalau guru mengingatkan murid untuk membuang sampah pada tempatnya, maka guru pun harus mencontohkannya terlebih dahulu.
Kalau guru mengingatkan murid untuk gak main handphone di kelas, maka guru juga harus stop main handphone walaupun ada SMS menarik tentang harga roti sobek yang lagi diskon di alfamart.


Roti udah sobek kok dijual? Hmmm…. 



2. Guru harus menjaga emosi dan gak boleh baper
Guru yang baik adalah seseorang yang bisa menjaga ucapan, tindakan, dan perasaan. Dunia pendidikan akan berguncang hebat kalau ada guru yang BAPER.

Kasus 1
Budi: “Bu, saya mau tanya..”
Bu Guru: “Ya, kenapa, Budi?”
Budi: “Kenapa sih bentuk bumi bulat?”
Bu Guru: “Karena…………. Hmm karena…………”
Budi: “Karena apa, bu?”
Bu guru: “Karena kalo bentuknya love, kita semua bakalan sering baper.”
#YHAAAAAAA

Kasus 2
Murid: “Pak, kenapa kita harus belajar serius biar dapet nilai bagus?”
Pak Guru: “Iya dong… Kalau mau pinter ya belajarnya harus serius.”
Murid: “Emang gak bisa belajar sambil main-main, pak?”
Pak guru: “Yang serius aja bisa putus, apalagi kalau cuma main-main, Budi!!!”



Kasus 3
Bu Guru: “Anak-anak, siapa yang membawa peta buta?”
Budi dkk: “Hah? Peta apaan tuh, bu?”
Bu guru: “Peta buta.”
Budi dkk: “Bu, bukannya cuma cinta yang buta?”

YHAAAA MURIDNYA KETULARAN

So… inget, guru gak boleh baper. Kasian murid-muridnya kalau ketularan :(

3. Guru harus memahami karakter setiap murid
Bagaikan ragam bunga di suatu taman, begitu pula ragam sifat murid di kelas. Ada yang hobi bicara, ada yang cepet nangkep pelajaran, ada yang heboh, ada yang mager dan sering ketiduran, ada yang gak betah duduk, ada yang pendiam, ada yang udah dijelasin berkali-kali tapi tetep gak ngerti yawlah aku kudu gimana lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…
Sekarang mari kita telusuri lebih dalam karakter murid. Pertama, selalu ada murid yang mager. Dalam menghadapi murid yang mager, kreatifitas dan kesabaran guru diuji. Guru harus bisa menciptakan suasana kelas yang fun dan bersemangat. Contohnya, murid-murid diajak goyang PPAP dulu sebelum belajar. Atau guru juga bisa kasih trigger dengan mengadakan games berhadiah 3 buah mobil Lexus, uang tunai puluhan juta rupiah, ataupun dalam bentuk voucher MAPS. :p

Intinya, buat murid nyaman dengan suasana kelas. Kalau udah nyaman, biasanya susah untuk ninggalin sih..


Next, ada murid yang aktif…….atau superaktif
Guru yang baik gak boleh memberi label “anak nakal”, “anak berisik”, dsb, melainkan seorang guru harus meneliti penyebab murid hobi bicara di kelas. Setelah melakukan penelusuran gak ilmiah, gue menyimpulkan bahwa penyebab murid hiperaktif ada dua, yaitu: cari perhatian guru atau cari perhatian gebetannya di kelas.
Biasanya, murid cowok caper ke guru cewek, sementara murid cewek caper ke guru cowok. Di kasus ini, guru gak boleh baper. Guru harus tetep adil dan melibatkan semua murid di kelas. Kalau ada murid yang hobi ngomong, coba libatkan dia lebih banyak dalam proses belajar-mengajar. Guru juga bisa kasih study case yang bikin murid berpikir kritis, contohnya kasus asal muasal uang berjubel yang diabrakadabara BOOM! keluar dari bangkunya Dimas Kanjeng. Jangan salah.. Kasus Dimas Kanjeng bener-bener telah menjadi perhatian dunia, iya dunia gaib.

Sementara kalau ternyata murid banyak gerak dan bicara karena cari perhatian gebetan, sudah seyogyanya seorang guru menjadi mediator yang baik. Ajak kedua belah pihak untuk berdiskusi. Bantu murid untuk langsung mengungkapkan perasaannya kepada si gebetan.
Dekati murid dan bisikkan di telinganya:
“Dulu pas kecil kamu jago main tembak-tembakkan, kok sekarang ga berani nembak?”

Dan berlawanan dari yang sebelumnya, ada murid yang pendiam

Kasus 1
Pak guru: “Budi, coba sebutkan isi dari Pancasila”
Budi: “………………..”
Pak guru: “Budi, coba sebutkan isi dari Pancasila”
Budi: “……………….”
Pak guru: “Budi, kamu denger pertanyaan bapak gak?”
Budi: “Saya tahu jawabannya, pak, tapi saya memegang teguh semboyan ‘Diam adalah emas’, pak.”

Keesokan harinya pak guru resign dan memilih untuk jualan DVD Uttaran.

Sesungguhnya pasti ada Budi-budi lain yang tersebar di berbagai sekolah. Alasan murid pendiam pun pasti beragam, mungkin ada murid yang asli pemalu, ada yang lagi mengalami masalah berat di keluarganya, ada yang baru diputusin pacar, ada yang pusing karena tax amnesty, ada juga yang simply karena lagi diare. :(
Eh, atau bisa juga murid itu diam karena terlalu sering memendam rasa. :( 
#YHAAAAAAAAAAA

WOKEH! Hal-hal yang di atas baru 3 dari banyak hal yang harus dilakukan oleh seorang guru .
Susah? Ya! Susah banget! Hahahahahahahaha.

Karena demikian, kepada semua murid-murid, hormatilah guru kalian—baik guru yang kencing berdiri, ataupun duduk, asalkan guru kalian gak memberikan hukuman fisik, kayak mukul, cubit, cute (if u know what i mean), nendang, dan sejenisnya. Sesungguhnya kami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kalian. :”))))

At last, karena gue memulai post ini dengan permintaan maaf, gue akan menutupnya dengan ucapan terima kasih.

Kepada bapak-ibu guru yang sudah memberikan ilmunya kepada saya, saya mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya.
Kepada semua guru yang berada di belahan dunia manapun, selamat memperingati HARI GURU SEDUNIA! KALIAN AWESOME!


Dan kepada kamu, semoga kamu bisa menjadi guru yang baik untuk anak-anak kita nanti, ya…


Wednesday, September 21, 2016

Perjalanan Mencari Rangga - Part 3 (End)

1 Juni 2016

Hari ketiga dimulai lebih awal dibanding hari kedua. Begitu antusiasnya menemui Rangga, gue berhasil bangun jam 4 pagi. Tanpa mandi tapi tentu kudu musti gambar alis, sebab wajah tanpa alis cetar bagaikan taman tak berbunga.


alis ready!
 Jam 4.30 belum ada kabar dari si bapak ojek, padahal doi janji mau jemput gue jam 4.30. Dia yang berjanji, dia pula yang mengingkari. Ah, namanya juga lakik! X))) Sekitar pukul 4.50 akhirnya si bapak sampai di lobby hotel. Off we go!!!

Perjalanan menuju Punthuk Setumbu di pagi buta itu NGERI-NGERI SEDAP! Jalanan menuju Punthuk Setumbu itu melewati perkampungan, jalannnya kecil, sangat minim lampu jalan, dan udaranya dingin banget. Jujur gue agak worry karena bener-bener sepi, plus gue gak ngabarin keluarga bahwa gue mau berangkat sesubuh ini untuk liat sunrise (maafkan anakmu ini, nyak babe!). Berbagai skenario penculikan dan pembunuhan terus berputar di kepala gue untuk beberapa menit, lalu kemudian gue tenang karena gue sadar gak ada yang mau culik gue. Porsi makan gue banyak dan hobi nyinyir  ada keajaiban terjadi! Tiba-tiba ada cahaya terang banget yang berasal dari sesuatu di belakang gue. Ternyata cahaya itu berasal dari lampu mobil jeep yang ada pas di belakang motor. Mobil ini juga mengarah ke Punthuk Setumbu dan menjadi penerang jalanan hingga akhirnya gue berhasi sampai dengan selamat. Fiuh…. terima kasih ya Tuhan. Terima kasih mas-mas Jeep…
Setelah 20 menitan melewati sesi ngeri-ngeri sedap, akhirnya gue sampe di parkiran Punthuk Setumbu. Dari parkiran ini, gue beli tiket masuk seharga Rp 15.000 dan mulai trekking ringan. Sesaat setelah gue mulai trekking, gue sadar ternyata ini adalah NGERI-NGERI SEDAP PART 2. Jalur trekkingnya gelap karena masih subuh, jumlah lampunya sedikit dan jaraknya berjauhan. Plus, kanan-kiri jalurnya itu pepohonan yang gede-gede menyeramkan. Memang ada beberapa warung sih, tapi letak warungnya cuma di awal dan akhir jalur trekking. MAU MATI BANGET GAKSIHHHH. 5 menit berlalu.. 10 menit berlalu… Gue langkahkan kaki tanpa henti dan akhirnya terlihat semakin banyak lampu…..ah ada warung lagi! Dan ternyata warung itu adalah tanda akhir jalur trekking. Alhamdulilah akhirnya gue sampe!! Hahahaahahahah! Gue langsung duduk, mengatur napas, ngopi dan makan pisang goreng, lalu nongkrong bersama mas-mas dan bapak-bapak lainnya.

Jam masih menunjukkan pukul 5.15 dan matahari belum menunjukkan rupanya. Gue menunggu matahari terbit sambil menyeruput kopi. Ah indahnya hidup...
 
05.15 am

View dari Punthuk Setumbu ini memang jos….. Dari atas sini keliatan juga Candi Borobudur yang diselimuti kabut. Semua yang ada di Punthuk Setumbu sangat menikmati momen sun rise ini dan mulai menjepret menggunakan kamera masing-masing. Sebenernya ini sun rise atau camera rise sikk? *sita semua kamera, kasih ke guru BK*



Perlahan matahari semakin meninggi, hangatnya menusuk sanubari, dan silaunya semakin aduhai. Gue memutuskan untuk step back from the crowd dan mengambil saat hening sejenak. *eaaaaa* Matahari pertama di bulan Juni membawa kedamaian and it reminds me how God really takes good care of me yang bandel ini. *terharu*

05:25 am

05:30 am

05:37 am

05:40 am
05:44 am
06:00 am
06:07 am


Pemandangan yang bagus tiba-tiba berubah 180 derajat karena............

Geseran woy! Ngalingin aje!


Jam 6.15 gue mulai turun ke arah parkiran untuk menemui bapak ojek. Dari situ gue menuju Rumah Doa Bukit Rhema (yang lebih dikenal dengan Gereja Ayam). Sebenernya bangunan tua ini berbentuk burung merpati, tapi orang lebih seering menyebutnya Gereja Ayam. Perjalanan menuju gereja ayam ini ME-LE-LAH-KAN! ASLI! Motor harus diparkir di bawah dan dilanjutkan jalan kaki. Jalanan menuju gereja ayam ini bukan aspal, melainkan tanah dan rerumputan gitu.


Betjyeekkk, ciyynnnn!


 Kebayang kan pagi-pagi pasti tanah & rumput basah berembun dan licin licin gak lucu gitu. Namun licinnya jalan ini gak seberapa sampai pada akhirnya ada TANJAKAN CURAM. TANJAKANNYA ASPAL TAPI ASLIK GUE GAK BOHONG, TANJAKANNYA CURAM! Jalanan curam + licin + badan gue kek badak bercula 5 = PAKET CO-CO-COMBO!!! Jalanannya serba salah banget! Kalau lo lari, pasti gak bakal kuat. Dan kalau lo jalannya terlalu pelan atau berhenti-berhenti, lo akan tergelincir ke bawah. Ini jalanan atau cowok sih, ribet banget!


Dengan bercucuran keringat dan air mata, akhirnya gue mencapai ujung tanjakan dan gue melihat bangunan gereja ayam yang besar itu. 



Fiuh…..*rebahan di dada Morgan* Tanpa berlama-lama, gue langsung masuk ke bangunan tua ini. Cukup dengan membayar Rp 10.000, gue bisa mengelilingi setiap sudut bangunan gereja ayam. Bagian dalam gereja ini kosong, cuma terisi sedikit bahan-bahan bangunan dan ada beberapa bagian yang kayaknya lagi direnovasi. 


Di bagian dalam bangunan ini juga banyak coret-coretan di tembok yang dilakukan oleh orang-orang ndeso. Tulisan semacam “Kutil”, “Budi w4s heRe”, “I love you for3veR my LoVe”, dan sejenisnya ini bener-bener bikin mata kedutan dan tangan tremor.



Gue langsung naik ke bagian atas, melewati tangga yang dinaiki Cinta dan TUNGGU………………..Rangga, apakah itu pantatmu………….




Saat gue mencapai tangga terakhir, gue berkata pelan: “Ah kena tipu nih gue.. Mana Rangga??????” Dan beberapa orang yang udah duluan nyampe atas spontan nengok ke arah gue. Bukan cuma nengok, tapi ada 2 mas-mas yang menyodorkan tangan lalu berkata “Mbak, saya Rangga.” Gue gak mampu berkata-kata dan cuma bisa ketawa sambil ngomong “YAAWLAAAHH INI MAH SERANGGA!!!!!!!” Semua yang di atas ketawa, dan untungnya 2 mas-mas ini gak dorong gue ke bawah. HAHAHAHAHAHAHAHA.

Ini dia foto gue dan mas (Se)Rangga.

AADC (Ada Apa Dengan Cerangga)

Dan ini penampakan dari jengger burung.

breath-taking view




Kayaknya Ranggaku masih di New York


So I went round and round tapi tetep gak ketemu Rangga. Akhirnya gue nyerah dan kembali ke hotel diantar bapak ojek yang setia. Sampai hotel gue langsung mandi, pack barang-barang, dan late breakfast (gak mau rugi karena udah jatah dari hotel :p) 

Sarapan ala bule

Setelah sarapan, gue check out dan naik bus ke Jogja. Nyampe di Jogja jam 12an, flight balik ke Jakarta jam 4 sore dan gue masih maksa menyempatkan diri untuk makan siang di daerah Prawirotaman. Ada banyak resto dan cafĂ© unik di sekitar Prawirotaman, tapi gue hanya memilih Warung Bu Ageng (resto milik budayawan Butet Kertaredjasa), dan kedai es krim Tempo Gelato. 
Ini dia warung bu Ageng:



Di Warung Bu Ageng, gue nyobain lele yang bentuknya unik:

agak mirip........ iya itu

Dari Warung Bu Ageng, gue ke Tempo Gelato. Jarak dari Warung Bu Ageng ke Tempo Gelato sekitar 1 km, tapi untuk mempersingkat durasi dan berhubung sinar mataharinya sangat terik, gue naik becak. Hehehehehe. Seperti review yang gue baca di internet, kedai es krim ini rame banget kayak ada sunatan masal dimana tukang sunatnya lagi gak fokus dan motong terlalu pendek. Rame banget lah pokoknya! Di sini gue pesen rasa fenomenal yang gak dijual di kedai es krim lain, yaitu rasa yang dulu pernah ada di antara kita Kemangi campur green tea. Rasa green tea-nya sih biasa, tapi rasa Kemanginya?? Absurd. Kebayang kan Kemangi yang biasanya jadi hiasan di pecel lele itu dijadiin es krim? Rasanya asem-manis-seger-DHUAARR gitu kayak ngeliat mantan gandengan sama pacar barunya yang jelek. HAHA!

Ini penampakannya:



Dan yaakk.. waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB. Rencana awal naik Trans Jogja ke airport harus batal dan gue memilih untuk naik gojek. Pilihan gue untuk naik gojek sangat tepat karena jalanan macet :( Plus gue kudu mampir ke toko Bakpia 25 yang ada di deket airport sebagai sogokan/permintaan maaf kepada keluarga karena gue perginya dadakan. Heehueheheuhee. Alhasil gue pulang bawa banyak tentengan, terlihat lebih kayak abis pulang haji dan bukan abis traveling. Huft. Check in, masuk ke waiting room, dan…pesawatnya delay 1 jam lebih. Apalah aku ini yang hanya bisa duduk manis sambil menghitung sisa recehan di kantong celana. :(

Apakah traveling kali ini berakhir di Soetta? Ternyata tidak. Di perjalanan pulang, gue naik bus Damri ke Blok M. Awalnya gue duduk sendiri, tapi karena penumpang makin rame, gue bergeser ke bagian dalam dan ada seorang bapak yang duduk di sebelah gue. Dari penampilannya, si bapak ini kelihatannya berumur sekitar 50 tahun, penampilannya biasa, pake jaket, celana panjang, sepatu, dan tas. Beberapa menit pertama hening. Gak lama kemudian, si bapak mulai nanya-nanya sedikit, nanya gue darimana, tujuan kemana, dan pertanyaan standart lainnya. Gue, sebagai tipe orang yang always alert dan waspada cuma menjawab seperlunya dan gak kasih jawaban detail. Entah gimana flow pembicaraan kami mengalir. Si bapak cerita bahwa dia adalah seorang dosen filosofi yang sering jadi dosen tamu, baik di dalam negeri ataupun di luar negeri. Gue cuma ngedengerin, sambil sesekali ngangguk dan ngasih jawaban singkat. Lalu dia sebutin namanya, cerita tentang masa-masa kuliah doi (dulu doi bandel dan gak nyangka sekarang malah bisa jadi dosen), suka-duka jadi dosen (menurut dia lebih banyak suka-nya :p), pandangan doi tentang pendidikan di Indonesia, dll. Sambil dia cerita, sambil gue googling tentang doi, dan ternyata no tipu-tipu, dia orang pinter beneran. X))) Lalu gue pun cerita dikit tentang background gue, bahwa gue adalah sarjana sastra inggris, kerja sebagai guru piano, dan bahwa gue sebenernya masih bingung masa depan gue kayak apa. HAHAHAHA. Dengan tenang, si bapak menjawab, “Tenang.. dinikmati aja. Anggap aja ini kayak benang berwarna-warni yang pada awalnya seakan-akan gak nyambung tapi pada akhirnya akan terlihat rajutan yang indah.” “Wah sa ae si bapak”, ujar gue dalam hati. Gue ngangguk-ngangguk  sambil gue resap juga sikkk.. Setelah itu dia banyak inspire dan encourage gue tentang studi lagi, ambil S2, S3, kerjain sesuatu sesuai passion, dan pokoknya harus terus bergerak maju. Begitu saran si bapak. Semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi ya pak! :D

Pertemuan kami harus berakhir di Blok M. Jam menunjukkan pukul 8 malam, sodara-sodara. Dan itu tandanya lebih cepet perjalanan Jogja-Jakarta dibanding Cengkareng-Blok M. LOL.

THE END!!!!!!!!!!!!!!!!

Dengan memukul keyboard laptop 3 kali, maka post tentang solo trip ke Jogja ini resmi saya tutup!
*brak* *brok* *bruk*

Kesimpulan dari trip kali ini:
Gue belum menemukan Rangga.
Namun di trip ini gue menemukan sesuatu yang lebih berharga dibanding "Rangga", yaitu pelajaran kehidupan, khususnya tentang karir, jodoh, dan masa depan. Untuk semua orang yang aku temui selama trip tanggal 30 Mei- 1 Juni 2016, I thank you all! Semoga semua pencerahan yang gue dapatkan bisa membuat gue lebih fokus dan semangat menyongsong masa depan yang lebih awesome! UYEAH!

Baca trip day 1 di sini
Trip day 2 di sini
Dan stay tuned karena di next post gue akan membahas tentang suka-duka serta tips awesome untuk traveling, apalagi untuk para ciwik-ciwik yang doyan jalan sendiri.

SEE YAAAAAAAAAAAAA!!!!!