Friday, February 9, 2018

Ngobrol Seru dan Anti Bete Saat Naik Ojek

Ojek adalah moda transportasi yang sering membuat dilema. Bukan masalah bayarnya (kecuali di tanggal tua), tapi masalah “aing harus ngomong apa sama abangnya biar gak keliatan judes”, atau sekadar “muka drivernya agak galak nih aing harus pake kalimat yang kalem”, dan pikiran-pikiran lainnya yang sebenernya gak terlalu penting sih.. Hati-hati, nanti hidup lo..........



Selama menjadi pelanggan setia jasa ojek online, gue pun secara gak langsung mengamati dan melakukan riset kecil tentang apa yang biasa diobrolin saat lagi otewe.. Ini listnya!

1. Obrolan iya-iya-aja-biar-gak-kaku-amat

Obrolan iya-iya-aja-biar-gak-kaku-amat antara driver dan customer biasanya bertujuan untuk meruntuhkan tembok pemisah antara driver dan customer. Maksudnya biar gak keliatan kayak umi yang lagi ngambek karena abi lupa kasih duit bulanan, atau umi yang lagi ngambek karena semalem abi taro handuk basah di kasur.

Driver: “Berangkat kerja, mba?”

Gue: “Iya, pak.”

Driver: “Dari tadi saya perhatiin jalanan hari ini gak terlalu macet, mba.”

Gue: “Iya, pak, bagus deh biar saya nyampenya tepat waktu.”

--------------------------------Hening------------------------------

Driver: “Mba, mau lewat jalur mana nih?”

Gue: “Bebas, pak. Yang kira-kira lebih lancar aja menurut maps.”

Driver: “Siap mba..”

----------------Beberapa waktu kemudian---------------------

Driver: “Yak, sudah sampai, mba.”

Gue: “Makasih ya, pak.”

Pelajaran yang bisa dipetik dari obrolan jenis ini:
Driver adalah tipe orang yang menghargai privasi. Kasih tip. Kasih bintang! Ingatlah untuk berbagi, karena...........


2.  Obrolan akrab-ikrib

Setiap naik ojek, taksi, atau transportasi umum apapun, gue selalu menyapa para supir dengan panggilan “Pak” dan “Bu”. Ya, ini ajaran orangtua gue dan gue pun sependapat bahwa manggil “pak” atau “bu” adalah sebagai bentuk sopan santun terhadap orang yang kasih jasa. Terlepas dari umur mereka, sepantaran atau lebih muda pun, tetep gue panggil “pak” dan “bu”.
Nah tiba-tiba semesta mengajak gue becanda dengan memberikan driver yang terlihat lebih muda dari gue. 
Percakapan dimulai..

Gue: “Siang.. Pak Danu, ya?”

Driver: “Pasti ini dengan mba Magdalena!”

Wow semangat yang luar biasa ~~

Perjalanan dimulai…
Driver: “Mba, mau berangkat kerja ya?”

Gue: “Iya, pak..”

Driver: “Tiap hari naik gojek, mba?”

Gue: “Iya kira-kira gitu, pak.”

Driver: “Biasa berangkat jam seginian, mba?”

Gue: “Iya pak..”

Doi nanya-nanya terus, sampai tiba-tiba….

Driver: “Duh, jangan panggil ‘pak’ dong. Hehe..”

Gue: “Haha maaf, saya memang terbiasa manggil ‘pak’.”

Driver: “Iya tapi kan saya kan belum bapak-bapak.”

Gue: “Oke sip deh, mas.”

Driver: “Jangan panggil mas juga, dong.”

--------------------------------Hening------------------------------

Driver: “Panggil nama aja.”

------------------------tambah hening---------------------------

Gue: “Hahahahahahahaha….”

Driver: “Uhm ngomong-ngomong.. Mbak udah punya pacar belum?”

(((AHA! INI WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEMBUAT DIA BERHENTI NANYA-NANYA)))

Gue: “Oh, pacar? Saya udah menikah, pak.”

Dan akhirnya driver terdiam. 1-0!



Pelajaran yang bisa dipetik dari obrolan jenis ini:
Kalau lagi males ditanya-tanyain bak selebriti atau malah “dipepet” abangnya, bilang aja lo udah berkeluarga, udah punya anak, dan menurut kearifan lokal tidak baik ngobrol terlalu dempet apalagi kalo abangnya sampe nengok-nengok ke belakang wkwk~

3. Obrolan politik

Driver: “Dikit lagi pilkada serentak nih, mba.”

Gue: “Iya, pak.”

Driver: “Saya mah udah susah percaya deh sama pejabat dan pemerintah di negeri ini. Kebanyakan yang ngomong doing, ujung-ujungnya janji palsu. Leih parahnya malah korupsi.”

Gue: “Bener, pak. Kita harus pinter-pinter milih, pak.”

Driver: “Iya mba, tuh liat aja partai…………..kadernya ternyata banyak yang ketangkep KPK.

Driver (lagi): “Udah gitu ya mba………………………..”

Masih driver: “Padahal kan mba kesejahteraan rakyat Indonesia…………………………..”

Yawlah ngomong lagi drivernya: “Menurut saya sih simpelnya gini aja mba…………………”

Gue: “Bener banget, saya setuju, pak..”

Kala itu gue gak mengemukakan pendapat, cuma mengiyakan pendapat doi yang menurut gue bener juga. Takutnya kalo gue terlalu aktif beropini dan berapi-api, pas turun dari motor diajakan duet nyanyi Indonesia Raya atau mars perindo yakannn.

Pelajaran yang bisa dipetik dari obrolan jenis ini:
Boleh beropini, tapi kalo lagi ketemu strangers ya ndak usah garis keras banget, kan tiap orang pemikirannya berbeda. Takutnya ada yang sensi dan tersakiti, atau malah bisa aja ini PAK WIRANTO LAGI NYAMARRRR, GAESSSS!!!!!

Okeeee, yang terakhir! Lo pasti pernah mengalaminya karena obrolan jenis satu ini marak terjadi di kota-kota besar di Indonesia, yaitu……………

4. Obrolan yang terbawa angin

Driver: “Mba, vdshcewertyuijhvblnsxkanpq”

Gue: “Hehe..iya pak.”

Driver: “Hsdasnauiweuindchjfskaodcasqdrhbftz??”

Gue: “Iya bener pak.”

Driver: “Sniwqxncmdsfhdfduupqwvnvfv. Afsduvnhjkcnczjbfnmcdfhcjisdyughhgjfifuyghsj, akoieqwafjidwkoacvifgnvcmkdwijhaugchbjn,wfdqmzascuyagwhfjsieusadyahfjiosfdcasuhrawnsdkcawgf.



Pelajaran yang bisa dipetik dari obrolan jenis ini:
Mungkin memang tidak semua hal harus dimengerti, yang penting jangan lupa bintangnya ya mbaaaaaa~~


Nah, lantas kalau ditanya, seperti apa jenis obrolan yang gue idamkan saat lagi di perjalanan? Gini:

Driver: “……………….”

Gue: “………………..”

-------------------Sampe di tempat tujuan-------------------

Gue: “Makasih ya, pak.”

Driver: “Sama-sama, mba.”

Damai, hening, indah, sejuk.  #IreneCintaDamai #TapiDamaiCintaOrangLain


Yauds gitu aja deh.. Dan ada satu pesan untuk para sahabat. Terlepas dari obrolan yang kocak, absurd, basa-basi, gak kedengeran, atau apapun itu, ingatlah bahwa itu semata-mata usaha dan cara driver untuk mencairkan suasana dan membuat suasana aziq aja. Salam hangat untuk para driver ojek online di luar sana! Kalian da best!

Dan juga salam hangat dan peluk manja untuk lo yang menyempatkan diri untuk baca post ini sambil ngangguk-ngangguk “hmmm bener banget njirr!!”. Semoga lo tetap bisa menemukan cara untuk tertawa dan berbahagia dalam situasi se-absurd apapun! Stay strong karena...............


Salam olahraga!

Monday, February 5, 2018

Sebuah Surat untuk Dilan


Dilan, aku mau menyampaikan beberapa hal menyangkut pernyataanmu tentang "rindu itu berat." Aku setuju, namun tidak sepenuhnya. Telah aku ringkas di surat ini beberapa hal yang nyatanya lebih berat dari rindu. Mohon dibaca, ya..

Untuk Dilan
di tempat

Dilan, yang berat itu bukan rindu, tapi cinta satu sisi.
Kamu tahu bagaimana rasanya mengagumi orang dari kejauhan? Menikmati senyum yang merekah di bibirnya, mendengar gelak tawanya yang nyaring, memandang kedua matanya yang menatap serius saat ada yang mengajaknya berbicara, bahkan gaya jalannya yang sedikit kaku namun membuatku berharap ia berjalan ke arahku? Semua gerak-gerikmu membuatku dalam hati berkata.............



Dilan, yang berat itu bukan rindu, tapi berharap pada sesuatu yang tidak pasti.
“Kalau tidak pasti, ya lupakan saja lah!” Teorinya memang begitu, tapi hati terkadang sulit patuh terhadap pemikiran rasional. Bagaimana mungkin melupakan seseorang yang membuat hati berdegup kencang, sedikit lebih kencang dari “roller coaster tercepat ketiga di dunia” versi on the spot? Bagaimana caranya berhenti berharap pada seseorang yang sudah kuhafal harum tubuhnya, bahkan ketika ada aroma sejenis yang lewat, hatiku spontan tersenyum? Dia baik, dia pintar, dia belum memiliki kekasih, tapi dia pun belum memberikan sinyal dan kepastian. Memilih untuk diam dan berharap memang berat, namun memilih untuk melupakannya tentu jauh lebih berat, Dilan. Kalau begini kan jadinya..........



Dilan, yang berat itu bukan rindu, tapi memulai percakapan dengannya.
“Lagi apa?”
“Kamu di mana?”
Pertanyaan klise seperti itu terdengar membosankan dan mungkin sudah tidak hits di zaman sekarang ini.
Ingin rasanya bertanya
“Bagaimana hari-harimu di kantor? Apakah semua pekerjaanmu beres?”
“Apakah hari ini anak buahmu menyusahkanmu? Atau atasanmu membuat kepalamu pusing tujuh keliling?”
“Jangan pulang terlalu malam, aku tidak ingin melihat kamu kelelahan.”
“Ingat untuk makan malam, ya. Usahakan untuk makan sayur dan buah yang banyak. Oh, dan jangan lupa meminum vitamin C agar daya tahan tubuhmu baik.”
Atau sekadar
“Selamat tidur. I love you.”

Bagaimana caranya aku harus memulai percakapan ini? Apakah untuk mendapat perhatianmu aku harus menjual.....



Dilan, yang berat itu bukan rindu, tapi membayar cicilan KPR dan cicilan masa depan lainnya.
Harga tanah dan bangunan semakin mahal, Dilan. Untuk sebuah rumah di Jakarta harus merogoh kocek minimal milyar rupiah. Bahkan di pinggir ibukota, harga rumah ratusan juta sudah sulit ditemukan, sama halnya dengan apartemen. Cicilannya pun tidak murah, gajian seperti cuma numpang lewat dan tinggal menjadi kenangan. Itu baru tempat tinggal, belum lagi tabungan untuk kehidupan sehari-hari, tabungan untuk sekolah anak di masa depan, tabungan untuk jalan-jalan, nyalon, makeup, skincare, dan ah masih banyak hal lain yang berhubungan dengan uang. Sungguh berat, Dilan.



Dan terakhir, Dilan.. Asal kamu tahu, ada satu hal yang jauh lebih berat dari rindu, yaitu sinamot.
Kamu mungkin tidak begitu paham mengenai sinamot, karena sinamot adalah salah satu (dari ribuan) budaya batak. Sinamot, ya, mahar kawin yang harus dibayar oleh kaum lelaki yang hendak menikahi perempuan berdarah Batak. Harganya kau tau, Dilan? Mahal kali pun amanggggg, puluhan sampai ratusan juta, Dilan! AGOI AMANGGG!!! Namun, jangan kuatir Dilanku, aku dan keluargaku nampaknya tidak terlalu strict pada hal itu karena kami adalah Batak KW, zadi seberapanya lah yang kau ada, Dilan, aku terima. Paling tidak honeymoon ke Santorini dan travelling keliling Europe tiap akhir tahun pun sudah cukup bagiku. Tenang, yang terutama, aku hanya berdoa.....




Segini dulu suratku ya, Dilan. Semoga surat ini sampai ke tanganmu, dan mungkin kau benar bahwa rindu itu memang berat, jadi biarlah aku saja yang rindu, kamu cari duit yang banyak aja untuk nikahan kita nanti. BIAR MARPESTA KITA, DILAN!!!!!!!!!







Love,
Milea Hutauruk

Friday, December 8, 2017

Nyinyir, julid, judging, ENOUGH TSAAAYYY!

 “Ih liat deh bulu matanya fake banget, palingan eye lash extension..”
“Dekil banget itu mukanya, kayak baru bangun tidur ya keliatannya?”

Coba inget-inget seberapa sering kita ngejudge atau kasih opini-opini gak penting kayak contoh di atas gitu?

Susah ingetnya ya karena keseringan?

Ok, pertanyaannya dipermudah deh.. Hari ini, pas kamu otw ke kantor/kampus, udah berapa orang yang kamu komentarin penampilannya?


Jawab dalam hati aja gaes.


Dunia ini memang semakin kejam. Tanpa sadar kita sering dan gampang banget untuk ngejudge. Liat orang update foto megang balon hati, langsung nyeletuk “Yaelah mbakkk cinta-cintaan melulu!”. Liat orang post foto pake hotpants di pantai, langsung nyeletuk “Halah dasar.. Padahal kalo di gereja alim banget pake baju tertutup banget.”
HELLOWWW JADI KALAU KE PANTAI PAKE KEMEJA, ROK SEMATA KAKI, SAMBIL NENTENG ALKITAB GITUU, TSAAAYYYY?!?!?!”

Contoh lain yang gak kalah absurd..
Orang yang gak suka make-up biasanya sering nyinyir “Hadeh, itu muka apa adonan? Tebel banget make-upnya.” atau “Be yourself aja kali, lebih cantik kalo mukanya natural!”
Sementara orang yang suka make-up bisa nyinyir “Hadeh mukanya ga terawat banget sih, bibirnya pake lipstick kek, pucet banget kek lagi tanggal tua.”
Gak ada yang 100% salah dan gak ada yang 100% bener. Ini hanya masalah kewajaran, penyesuaian, dan selera dalam berdandan. Gak salah untuk suka dandan asalkan pengaplikasiannya pas untuk kegiatan yang diikuti, misalkan dandan agak tebel pas ke kondangan mantan dan dandan rapi sewajarnya saat ke kantor. Kan ndak mungkin ke resepsi orang dengan tampilan “Natural aja men, bersyukur dengan wajah yang Tuhan kasih!” Ndak ada salahnya juga untuk mempercantik diri, kan? Kasian orang yang liat wajahmu itu loh mba :”(

Contoh nyata lainnya baru-baru ini terjadi di instagram Nadine Amizah (@cakecaine), seorang anak muda yang mempunyai suara luar biasa. Beberapa hari yang lalu doi post video semacam her daily makeup tutorial di instagram. And you know what netijen’s responses are? HATE SPEECH. Banyak yang komen “Ini make up kok tapi tetep dekil ya?”, “Mending pake foundation yang lebih terang, trs finishingnya pake bedak matte, kalo mau glowing tambahin highliter biar kesannya ngga dekil”, “Belum mandi ya kak?”, “ur teeth are so bad”!!! OMG AING MAU NGAMUK RASANYA!! She just uploaded a video of how SHE does her daily make up, jadi beda orang ya daily makeupya beda! TERUS WHY HARUS KOMEN NEGATIF GITU WHYY NETIJEN YANG MAHA BENAR????!?!?!?! Semua mendadak fokus pada makeupnya lalu lupa bahwa suara dia dan prestasinya emas banget. Duh dek, I love you and please ignore them! Nanti pokoknya pas aku nikah kamu harus nyanyi! Doakan bisa secepatnya yess sebelum kamu makin terkenal dan go internesyenel! :)))))))))) Untuk yang belum pernah denger ttg Nadin, go check out her on youtube or instagram.

Gue juga pernah dikomen gini, “Kamu tuh ya.. Kalau di facebook statusnya nyeleneh, bikin meme yang bikin ngakak, di whatsapp suka share quote bijak, di instagram pencitraan nge-share ayat Alkitab. Aneh deh..” Gue cuma ketawa. Yes, ndak gue bales karena dia jauh lebih tua dan karena gue merupakan manusia beradab yang memegang teguh perilaku sopan santun walopun dalam hati inginku berkata qasar. QASAR!!
Sebenernya gue pengen nanya, “Uhm nganu misi, anehnya di bagian mana ya?” Apakah orang yang relijiyus ga boleh humoris? Atau apakah orang yang suka ngelucu ga boleh sesekali share quote bijak ala ala gitu?” Atau apakah percakapan yang terjadi harus seperti ini:

U: “Hi Ren.. Apa kabar nih?”
I: “Puji Tuhan. Kabar baik. Aku yakin kabarmu juga baik-baik saja, bukan?”
U: “Iya baik juga kok. Keluarga kamu kabarnya baik juga kan?”
I: “Ya, tentu, semua ini karena kebaikan dan kemurahan Tuhan yang senantiasa melindungi aku dan keluargaku. Aku juga berharap kasih karunia dan damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal senantiasa menaungi kamu dan keluargamu, ya..”
(Lalu di akhir percakapan malaikat surgawi menyanyikan NKB 225 “Haleluya Amin”)

Mba mas sis bro, ku kasih tau ya, ndak berarti kalau seseorang rajin baca kitab suci terus dia harus jadi pendiam, suka duduk di samping kolam berair tenang sambil memakan roti manna. Ndak berarti juga seseorang yang humoris harus selalu share lelucon di media sosyel. Yang aneh itu kalau yang aku lakukan bertolak belakang, misalkan di instagram share ayat suci, tapi di facebook share foto-foto pas lagi mabu-mabu atau ena-ena di klub malam (tapi apalah aku ini yang cupu, belum pernah ke club). Ini baru bisa dipertanyakan, but still kamu ndak berhak judge juga karena Allah adalah hakim yang terutama dan utama. Can I get an “amen”?

AMEEEENNNNNNNNNN!

So mentemen, post singkat ini sekadar (inget, bukan sekedar) reminder untuk kita semua agar ndak mudah ngejudge dan nyinyir. Kalau kamu liat cewek cantik, instead of nyinyir “Aelah cantik karena makeup!”, kamu bisa melirik ke kaca, dan jika kamu masih terlihat jelek, coba pake lipstik sedikit agar at least wajahmu tidak seburuk hatimu :) Lalu jika kamu liat orang jago bahasa inggris, ndak perlu nyinyir “ya jelas lah dia kan orang kaya, bapak emaknya sanggup bayarin dia les!”, mending kamu buka youtube lalu belajar gratis dari youtube. Ndak ada kuota? Ke mcd*nalds aja, beli es krim seharga 7.500 dan kamu bisa seharian belajar bahasa Inggris.

Mari kita semua belajar untuk think twice sebelum ngeluarin statement gak penting. Kalo pun pengen beropini, carilah hal yang lebih penting untuk dikomentari, contohnya: “Wah keren ya, umurnya masih 14 thn tapi suaranya bagus” atau “Gaya tulisannya si mbak itu bagus deh, tegas tapi tetep mudah dimengerti” atau masih banyak hal-hal berbobot untuk dikomentari.

Untuk kamu yang merasa terlalu sering mengomentari orang lain dan ingin berubah, mungkin kamu perlu berdamai dengan diri sendiri sebelum kamu berdamai dengan dunia. Mulailah untuk periksa dirimu sendiri, jangan-jangan dirimu tidak terurus karena terlalu fokus pada orang lain. Ingat-ingat lagi, kapan terakhir kali kamu pergi ke salon untuk creambath atau merapikan ujung rambutmu? Kapan terakhir kali kamu membaca novel atau menonton film bermutu? Kapan terakhir kali kamu mengunjungi restoran favoritmu untuk menyantap makanan bergizi kesukaanmu? Berilah perhatian pada setiap anggota tubuhmu. Berilah ilmu dan wawasan pada otakmu. Berilah minyak rem pada gerbang mulutmu.  

I believe we can do so much better than nyinyirin how other people dress, smile, do their makeup, etc! I believe we all can do so much better than judging and sharing negative thoughts!  Have a great day! I love you!

Tuesday, October 10, 2017

Katakan Tydac Pada Hoax!

Zaman now peredaran berita dan informasi sangat cepat dan gak ada batasnya. Apa yang kita share, dalam hitungan detik udah bisa dibaca ratusan bahkan ribuan warganet. Bahkan twit asal2an gue tentang Raisa-Hamish aja udah dilirat ribuan orang, malahan masuk line today -_____-



Namun sayang beribu sayang aku ga punya sayang kadang berita dan informasi yang beredar di dunia maya banyak yang palsu alias hoax.  Bagaimana caranya agar kita gak mudah termakan hoax? Brikut tipsnya!

1.  Baca Artikelnya, Bukan Cuma Judulnya

Contoh judul berita hoax 1
“Melamar Kerja, WNI Harus Punya KTP, Ijazah S1, SKCK, SIM, BPJS, KJP, Kartu Perpustakaan, E-Money, Sementara Warga Cina Masuk ke RI Cuma Test Nyanyi Lagu Balonku Dapat Gaji 20 Juta”

YAKALI. INI GAK MUNGKIN LAH. Seriously orang-orang yang langsung percaya karena baca judul artikel  kayak gitu pengen gue bisikin: “Mb, mz, tes urin gih.”

Contoh judul berita hoax 2
 “Mulai tahun 2018, Setiap Jomblo Akan Diusir dari Indonesia”

Jomblo jangan langsung marah! Inget, jomblo awesome gak boleh bersumbu pendek, kita harus dibaca dulu seluruh artikelnya. Siapa tahu maksudnya kan jomblo dikasih free trip ke Santorini atau ke Korea Selatan selama bertahun-tahun ya kaaann. AMIIIIIINNNN.

So plis kurang-kurangin lah berkomentar negatif setelah liat judul artikel. 

MAKANYA BACA ARTIKELNYA, GUYS! BACA!!  IQRA!!!!!
IQRA!!!!!

2. Cek n ricek ke sumber terpercaya

Misalkan lo liat sebuah post di akun instagram seseorang “Hamish Daud Wyllie Kepergok Berduaan Dengan Cewek di Pantai”, lo kudu cek dulu akun instagram lain yang terpercaya dan memang ahli di bidangnya, contohnya akun @lambeturah dan @lambenyinyir. Nah dua akun ini mah terpercaya kalau tentang gosip ertong, jarang hoax karena ada bukti cekrak cekrek hengpong jadul yesssss.

Contoh lainnya, misalkan lo dapet broadcast message tentang bentrokan massa, lebih baik cek dulu ke website berita kayak BBC Indonesia, CNN.co.id, detik.com, kompas.com, dan lain-lain. Siapa tau bukan bentrokan massa, tapi ada nikahan orang betawi yang dibuka dengan petasan dan bales-balesan pantun:

Calon suami:
BANG MAMAT PERGI KE JEPANG
PULANG-PULANG BAWA TAHU
((CAKEEEEEEEEEEEEEEEPPPPPPPP))
WAHAI ENENG BERAMBUT PANJANG
MAUKAH KAU MENJADI ISTRIKU?

*drung tak tak takdrung cess pleng*

BANG MAMAT PERGI KE JEPANG
PULANG-PULANG BAWA KELAPA
((CAKEEEEEEEEEEEEEEEPPPPPPPP))
BERANI JUGA LU LAMAR ANAK ORANG
EMANG TANAH LU ADA BERAPA?

Kemudian gak jadi nikah karena mereka ribut ha ha

3. Tahan jempol sebelum klik “share” atau “forward”

“Sebarkan ini ke 10 teman dekatmu”
Kalo temen deket gue cuma 5 gimana ni banggggg?

“Kirim ke 30 wanita jika kamu mencintai ibumu”
Ini apa hubungannya? Emak gue yakin bahwa cinta gue asli kalo gue beliin produk SK II!!!

“Jangan berhenti di kamu!”
Yah, tapi kan aku udah nyaman sama kamu, gak bole berhenti di kamu aja nih? :(

Sebelum share, forward atau apapun itu istilahnya, lo harus mempertimbangkan hal ini:
- Pesannya penting apa ngga
- Adakah korelasi antara pesan dengan orang yang dituju (contohnya: ngga perlu kirim “tips menaikkan berat badan” ke gue karena dengan bernafas aja berat badan gue naik 2,5 kg)
- Mengandung unsur SARA (Suku, Ras, Agama, dan Antargolongan) yang bisa menyebabkan keruntuhan group whatsapp. Kalo Sara yang ini sih boleh yaaa:


4. Perdalam ilmu pengetahuan

Menurut gue, ini sebenernya yang paling penting sih. Kalau ilmu pengetahuan kita luas, kita gak akan mudah tertipu hoax. Kita akan tahu mengapa air memercik ketika kena minyak panas, mengapa bintang bersinar, mengapa air mengalir, mengapa dunia berputar, ye gak Sherina?
Kita gak akan mudah share berita terus kasih caption: “Alah kapirrrrr, PKI, zionis, kadal bintit, muka gepeng, kecoa bunting, dinosaurus, brontosaurus!” padahal kemungkinan besar gak pernah baca sejarah tentang PKI.
Kalau ilmu kita cukup, kita gak akan gampang percaya artikel tentang “Terungkap Alasan Nicholas Saputra Memilih Untuk Melahirkan Anak Pertamanya di Sumedang” PLEASE! Nicholas lakik! Doi gak bisa hamil, apalagi melahirkan! *peluk sesebabang Nicho unch unch*
atau “Patung Kuda di Depan Monas Membuat Iman Goyah Karena Dicurigai Sering Bergerak ke Arah Kota Pada Minggu Malam” (yhaaaaaa mau ngapain tuh malem-malem ke Kota? HAHAHA)

5. Jangan terlalu banyak main media sosial

Ga mau kena hoax? Jangan kebanyakan main media sosial, guys.
Iya, ini tips unfaedah, biar genap aja ada 5 tips. HAHAHAHA.

Have a great day, jomblo-jombloku! You (yes, you) are awesome!

Thursday, October 5, 2017

Fenomena Unik di Jalanan Ibu kota, Nomor 6 Akan Membuatmu Tertawa Terbahak-bahak!

((EA JUDULNYA KAYAK CLICKBAIT. HAHAHA!))

Ibu kota selalu mempunyai berbagai aspek menarik untuk kita nikmati, mulai dari masyarakatnya, budayanya, makanannya, bahkan kondisi jalan rayanya.

YAELA KAKU AMAT REN KAYAK NULIS DI WEB CNN -_____-

Oke, first of all, gue bukan pengamat jalan raya atau polisi lalu lintas/dishub, gue hanya tergabung dalam gank "Wanita Idaman Ibumu" yang suka melihat segala hal dengan detail, termasuk saat lagi di berada di jalan. Jalanan Jakarta tidak selalu tentang macet seperti ini:

atau seperti ini:


Dari pengamatan gue, jika kita melihat dan memerhatikan lebih jauh, selain macetnya, ada beberapa hal yang membuat jalanan di Jakarta unik dan ajaib. Here is the list:

1. Klakson kendaraan yang berbunyi 0,5923189 detik sebelum lampu lalu hijau menyala

Di negara lain:
lampu merah: berhenti
lampu kuning: bersiap untuk jalan
lampu hijau: jalan

di Jakarta:
lampu merah: terpaksa berhenti
lampu kuning: "tiintiiiiinnnn!!!!" "titttttttt!!!" "preeeeeeettt" "WOY MAJU!!"
lampu hijau: ngebut

di Jakarta juga:
lampu merah: jalan
lampu kuning: jalan
lampu hijau: jalan

yaela jalan mulu tapi kok ngga jadian :( 

2. THE POWER OF EMAK-EMAK naik motor matic yang kasih sein kanan padahal mau belok kiri
Sebelumnya gue mau memastikan bahwa di sini gue tidak mendiskreditkan ibu-ibu atau motor matic yhaa, tapi ini adalah kejadian nyata yang kita jumpai sehari-hari. 
Untuk hal ini, gue gak bisa bantu kasih solusi ke kalian. Gue hanya meminta kalian untuk bersabar kalo ketemu ibu-ibu kayak gini. Kalau kalian ajak ribut di jalan pun kalian pasti kalah.

A:    "Bu,gimana sih tadi kasih sein kanan kok malah belok kiri?"
Ibu: "Ya suka-suka saya dong! Yang pasti kan saya udah kasih tanda!"
A:    "Tandanya salah, bu. Kalau mau ke kiri ya harusnya kasih sein kiri"
Ibu:  "Ya mungkin saya lagi banyak pikiran. Cucian blom kering, ini mau anter anak sekolah, bapaknya gak pulang-pulang, cuma ngasih 50 ribu sebulan untuk beli apa itu? Orek baut? Udah kayak gini masih saya lagi yang salah?"

Kalau percakapannya udah kayak gitu, mending kalian mendadak kejang-kejang sambil berkata "AING MAUNG!!!" Pura-pura kesurupan aja udehh.

3. Driver ojek online yang nyetir sambil liat maps
Gue pernah beberapa kali dapet driver yang kayak gini. Sebelum jalan, gue selalu make sure "Bapak tau kan tujuannya?" Lalu biasa si bapak hanya mengangguk, tersenyum manis, seraya memberikan helm ke gue. (awww perhatian banget sih kamoh pak)
Nah gak lama setelah motor jalan, si bapak mencet-mencet hape, zoom in maps, sambil berusaha fokus nyetir. 
Gue:      "Kenapa, pak? Gak tau jalannya?"
Driver:  "Kayaknya sih tau mba, tapi mastiin aja, takut salah"
Gue:      "Kalo gitu berhenti dulu aja pak sampe bapak yakin, atau saya arahin aja ya, soalnya bahaya pak nyetir sambil liat hape."
Driver:   "I....iya iya mba"

Huftttt kadang cowok tuh gitu ya, sering ga percaya sama cewek. Kalau cewek ngomong A, ya artinya A (kadang plus B dikit), kalau cewek ngomong "terserah" ya berarti pikir aja sendiri! PLUS, cowok gak usah takut salah, karena kalian mau gimana pun, mau berbuat apapun, pasti tetep salah di mata cewek. Ingat itu, kisanak.

4. "Barangsiapa menabrak, orang tersebut lah yang harus marah"
Ya ya ya.. Pasti kalian pernah merasakan hal ini. Dari beberapa kecelakaan yang terjadi, gue lebih sering perhatiin motor yang nabrak/nyenggol mobil. Mobil juga pernah nabrak motor, tapi lebih sering motor nyempil dan nyenggol mobil kan yaa. Persenggolan gak berhenti di situ. Karena apa? Karena si pemotor marah dan melotot ke pengendara mobil. ME-LO-TOT.  Kalau udah kayak gitu rasanya gue pengen turun dari mobil, buka helm masnya, dan berbisik sendu: "Mas, kamu sehat?", lalu kutonjok manja perutnya sambil memberikan senyuman terakhir. Atuhlah kalo salah ya minta maaf, or at least ndak usah marah! 

5. Orang Menyebrang Saat Lampu Hijau
Ini salah satu hal yang membuat gue terkagum dengan masyarakat ibukota. Setiap ketemu orang yang nyebrang saat lampu hijau, gue selalu menatap nanar ke langit sambil berkata "Wow Tuhan, terima kasih telah memberiku hiburan gratis dengan menciptakan makhluk kayak gini. Makasih Tuhan, hidupku asyik!"
Entah apa yang ada di pikiran orang-orang ini sampai mereka rela mengadu nyawanya saat menyebrang jalan. Mending kalo sambil lari, ya mungkin aja ada yang urgent banget, misalnya suaminya mau melahirkan. Yang kocak adalah nemuin orang yang nyebrang di lampu hijau, dan orang itu dengan penuh kepercayaan diri mengangkat tangan memberi sinyal kepada pengendara motor dan mobil untuk berhenti. Gue salut banget. Sayang waktu itu gak sempet kenalan, padahal siapa tahu aja dia superman kebanggaan Cibeureum.

6. Motor dan mobil lewat jalur transjakarta
Nah ini nih.. Dari dulu sampe sekarang masih gini aja. Mungkin di beberapa jalan protokol udah jarang sih ada pengendara motor atau mobil yang masuk jalur TJ, contohnya kayak di Sudirman. Tapi sayangnya, di beberapa wilayah lain seperti jalan Panjang, Cawang, Grogol, jalan Sultan Agung, masih banyak pengendara yang melanggar peraturan. Baru-baru ini ada video viral yang menunjukkan kelucuan dan pengamalan nyata dari asas gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Ini videonya:


Yak kalian bisa lihat bahwa para pemotor ini masuk jalur bus TJ dan ternyata *tadaaaaa* di ujung jalan ada pak polisi! HAHAHAHA! Semua mendadak putar balik dan mengangkat motornya untuk keluar dari jalur bus TJ. Nampaknya mereka sungguh menjalankan perintah pak Presiden untuk "kerja, kerja, kerja!", walau mereka lupa untuk memakai "otak, otak, otak!" 
duh maap yha kasar soalnya gemets guys. dan gue jadi pengen otak-otak :(

Sekian pengamatan gue tentang fenomena unik di jalanan ibukota. Semoga kita yang membaca ini bisa tertib dalam berkendara dan dijauhkan dari jenis-jenis pengendara yang gue sebutin di atas. Kalau kalian pernah nemu fenomena yang lebih unik, monggo share di kolom komen! 

BHAY! LOVE YOU!

Thursday, November 10, 2016

Selamat Hari Pahlawan Bagi Kamu Yang.................

Pertama-tama, sebagai blogger dan netizen yang menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia, gue mau mengucapkan terima kasih kepada para pahlawan yang telah memperjuangakan kemerdekaan negara kita tercinta.

Selanjutnya gue pengen ngucapin selamat hari pahlawan kepada beberapa lapisan masyarakat yang sering terabaikan.


Mari kita mulai..



Selamat hari pahlawan bagi kamu yang nda suka broadcast "kirim ke 10 orang, kalo nda kamu akan mati terbakar di neraka"

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalau dibilang cantik nda bales "aaah lebih cantik kamu tauuukkkk"


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak repot ngurusin Trump padahal nama menteri aja kamu ndak hapal :(


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang bantu goyang2in tangan pas lagi naik ojek dan abangnya mau belok


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak goyang2in mobil atau motor setelah isi bensin


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo ditanya "knp" ndak jawab sekadar "gpp"


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang percaya pas ada temen bilang "pake duit lu dulu bro, nanti gue ganti"


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo makan ayam goreng, kulitnya ditaro di pinggir piring dulu untuk dimakan terakhir


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak suka curhat di path pake modus "listening to"


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo di transjakarta ndak pura-pura tidur pas ada nenek-nenek bawa pisang 13 sisir

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak ngambil saos sambel di kfc banyak banget sampe nyisa di piring terus dibikin gambar lope lope

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak cengtri sambil pake celana pendek omaygat plis


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang bilangnya mau lari pagi padahal tujuan utamanya mau beli nasi uduk

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo mau masuk lift kasih jalan yang mau keluar dulu


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang suka minum susu padahal kamu tau bahwa 5 permen milkita sama dengan 1 gelas susu"


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang bisa pake softlense sambil otewe naik ojek


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang suka menghirup aroma bensin hmmmm


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak minta duit ke orangtua bilangnya untuk uang duka padahal untuk ke warnet



Selamat hari pahlawan bagi kamu yang pasrah setiap mau potong rambut

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang cepet move on dari gebetan yang ndak kunjung kasih sinyal. mungkin di gunung kawi sinyal jelek maklumin aja

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak rempong ngarep artis dan aktor di film korea favoritmu nikah di kehidupan nyata



Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak bilang "5 menit lagi gue sampe bro" padahal badan masih nempel di kasur

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang berharap KPI berhenti nyiarin sinetron yang ada adegan macan bisa terbang, hello kitty dimasak di wajan, dan sejenisnya

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo lagi di toilet mall ngantrinya ndak di depan bilik tapi bikin 1 baris mengular sampe ke pintu utama toilet



Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak suka minta folbek ke artis 

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak ikhlas ngelike foto temenmu, bukan like for like

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo ditanya "dmn?" ndak bales "otw"


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang bisa ngebedain rasa coca cola dan pepsi. kamu hebat


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang tetep tersenyum pas nginjek lego

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo ke bioskop ndak nyelundupin nasi padang

Selamat hari pahlawan bagi kamu yang senyumnya manis banget bikin aku pengen bisikin "senyumnya boleh aku tambahin tropicana slim biar ndak kemanisan?"


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang ndak post selfie dengan ratusan filter terus captionnya #nofilter


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo mau pergi dandannya minimalis alias minimal pake alis


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kalo makan nasi selalu habis biar nasinya ndak nangis :(


Selamat hari pahlawan bagi kamu yang kisah cintanya belum kayak alfamart dan indomaret

dan terakhir.. Selamat hari pahlawan bagi kamu yang lagi senyam-senyum baca post ini. Sering-sering aja main ke blog ini siapa tahu kita jodoh

hehehehehehehehe

Thursday, November 3, 2016

Solo Traveling? Siapa Takut!

“Solo traveling? Ga seru keleus..”
“Solo traveling? Ga mungkin lah.. gue kan cewek!”
“Solo traveling? Emangnya aman ya?”

Itu opini basi yang udah sering kita denger. Mostly cewek-cewek yang ngomong gitu dan hal tersebut membuat gue sedih. Alasan beberapa cewek masih ragu untuk solo traveling ada banyak, mulai dari merasa gak seru kalo gak jalan bareng temen-temen, takut gelap, takut nyasar, takut dibawa kabur, takut gak ada yang foto-fotoin, dan ketakutan-ketakutan lainnya.
Sebagai seorang cewek (ya anggap aja begitu), gue akan ngasih beberapa tips awesome untuk solo traveling ke tempat-tempat keren tanpa merasa takut ini, takut itu, takut kehilangan dia, dan takut apalah itu.

Tips 1 – Takut berbuat dosa lebih baik daripada takut yang lain-lain
Sebelum lo merasa takut akan hal-hal duniawi, hal yang paling utama harus lo lakukan adalah takut berbuat dosa. Kita terlalu sering mikirin takut naik bus antar kota, but on the other side kita jago banget nyinyir di medsos. Mungkin kita juga sering takut jalan sendirian di malam hari, tapi gak takut jalan bareng pacar orang. Atau mungkin juga takut dibawa kabur sopir travel, tapi gak takut kalo pake duit SPP dari orang tua untuk beli rokok. Astajim… bertobat gaes..
So point number 1… Sebelum mikirin hal-hal “menakutkan” tentang solo traveling, sebaiknya takutlah berbuat dosa dan dekatkan diri lo pada Tuhan YME.

Tips 2 – Simpan nomor telepon orang-orang yang lo cintai walau mungkin mereka tidak mencintai lo
Pastikan lo save nomor-nomor telepon penting di handphone, contohnya nomor telepon keluarga, temen, temennya temen, temen se-padepokan, tetangga, nomor telepon kantor, kantor polisi, pemadam kebakaran, PLN, dan yang gak kalah penting lo harus punya nomor telepon “dududududu I’m lovin it”.  Kenapa lo harus punya nomor-nomor di atas? Karena lo harus selalu kabarin dan keep in touch, plus untuk jaga-jaga kalo terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Tips 3 - Cari review sebanyak-banyaknya
Sebelum lo pergi dan mengatur itinerary, lo perlu baca review tentang tempat tujuan lo,baik itu review di internet atau berdasarkan pengalaman orang-orang di sekitar lo. Cari review mengenai berbagai hal, mulai dari tempat wisata yang banyak dikunjungi anak-anak gaul nan ganteng, penginapan bintang lima harga bintang 2, alat transportasi yang murah dan cepat, tempat berbelanja yang murah, restoran yang menjual makanan haram dan halal, dan lain-lain.
Oh iya, curhat dikit. Jangan terlalu percaya sama review di internet. Di sebuah blog si penulis bilang gini: “Nginep di hotel A aja, enak, deket banget tinggal jalan kaki sekitar 15 menit nyampe deh ke museum B. Cuma lurus, belok kanan, ada perempatan terus belok kanan lagi.  ” Gue yang polos dan bernoda ini mengikuti saran si mbak. Gue nginep di hotel A lalu dengan jiwa ala-ala traveler kece gue jalan kaki shantai. 5 menit pertama masih biasa aja. 15 menit jalan dan gue mulai penasaran kok jalannya lurus terus. Lalu gue jalan lagi sampe udah lebih dari 20 menit daaaaaaaaan yawlah mana belokan ke kanannyaaaaaa??????????? :((( Ternyata jauh shob :((((
Yah gitu lah… Pokoknya harus cari info sebanyak-sebanyaknya dan bikin perbandingan dari berbagai sumber yang lo dapet kalo gak mau jalan terus dan gak nemu jodoh tempat wisatanya.


Tips 4 – Bikin itinerary secara detail
Setelah melakukan research yang matang dan mendalam, lo harus bikin itinerary. Walaupun lo bukan lagi study tour kayak anak-anak SMP ke Ancol, lo tetep harus punya itinerary sebagai acuan untuk memastikan gak ada tempat wisata hits yang terlewatkan dan sekaligus biar ada ancer-ancer waktunya. Gue sarannin bikin itinerarynya sedetail mungkin, contohnya gini:

TRIP TO MAYESTIK
05:00 Bangun pagi, doa, menysukuri berkat Tuhan yang sungguh luar biasa
05:30 Jalan ke kamar mandi
05:35-06:00 Ketiduran di kamar mandi
06:00 Mandi beneran, jangan lupa menggosok gigi. Oh ya, jangan lupa membereskan tempat tidur sendiri gak usah dibantu ibu, kasian ibumu udah tua, udah minta cucu tuh kayaknya



06:30 Berangkat naik angkot B 10 ke jalan raya ciledug, lalu lanjut naik metro mini 69 tujuan blok m, bisikin abang keneknya “Bang, saya turun di mayestik ya..”
08:00 Sampai di Mayestik dan berseru dalam hati “kenapa gue ke Mayestik ya?”
08:05 Pulang ke rumah

Nah contohnya kayak gitu.. Perlu tulis detail transportasi umumnya, nomor bus, transportasi alternatif, jalan alternatif, jarak perjalanan, ketersediaan wifi di bus, bangunan yang akan dilewati sepanjang perjalanan, dan sebagainya. Tulis detail kayak gitu biar lo alert dan gak nurut aja kalo diarak keliling kampung sama supir bus.

Tips 5 - Jangan terlihat linglung
Ketika lo pertama kali mengunjungi suatu tempat sendiri, lo pasti akan merasa bingung. That’s okay, ini wajar. Dalam hati lo akan ada suara-suara seperti “Kemana kaki ini akan melangkah?” “Haruskah aku belok kanan atau haruskah aku belok kiri, berlari ke hutan, dan tak kembali lagi?” “Yawlah… banyak banget mas-mas brewokan di sini” atau sekadar “Wah indahnya pemandangan.. Belum pernah gue melihat warteg sebanyak ini.. kira-kira enakan warteg yang ini atau yang di samping pangkalan ojek itu ya?” (INI GUE BANGET HAHAHAHAHA)
Yang perlu lo lakukan di tengah kebingungan adalah tetap memasang wajah COOL dan YAKIN. Tampang lo kudu “YO WHATS UP WHATS DOWN MAMEN mode: on.” Misalnya lo pengen tau di sebelah kanan itu ada apa, lo bisa pura-pura teleponan, terus sambil nyengir dikit dan pelan-pelan bergerak ke arah kanan. Atau bisa juga gak usah pura-pura telpon, santai aja jalan kaki seakan-akan lo tau tujuan lo walaupun bisa aja itu jalan buntu. Hahahahahaha.

Gak apa-apa lah kalo ketemu jalan buntu, namanya juga hidup, gak ada yang pasti. Ibaratnya kayak orang pacaran aja: ada yang pacaran sampe nikah, ada yang pacaran lalu ditinggal nikah.


Tips 6 - Bergayalah se-simple mungkin
Berbicara soal gaya pakaian, kostum andalan gue kalo lagi traveling sih biasanya cuma 3 items, yaitu kaos, jeans, sepatu kets. Beres.

“Yaaah tapi gue kan mau keliatan keren lah kalo difoto..”

Boleh boleh… Silakan tampil stylish dan kekinian, tapi sebaiknya jangan berlebihan dan ngerepotin diri lo sendiri. Sesuaikan penampilan dengan tempat tujuan lo. Misalnya lo mau main ke pantai, lo cukup pake baju casual, kacamata cengdem (seceng adem), tas kecil berisi hape dan dompet, and that’s enough. Gak usah bawa papan surfing, karena selain terlihat mencolok, pegel juga shob :(
Atau misalnya lo mau mengunjungi tempat formal atau berbau keagamaan, sebaiknya lo pake baju yang sopan plus celana jeans panjang yang gak bolong-bolong kayak artis instagram endorsean gitu loh hehehehehe
Intinya sih se-comfortable mungkin aja.. Lo gak mau kan kelewatan momen foto ombak kece cuma gara-gara lo repot megangin rok lo yang terbang terus di-kiw-kiw-in sama mas mas kepang rambut?

Tips 7 - Don’t act like a tourist
Tips ini sebenernya hampir sama kayak tips 5. Ketika lo lagi traveling, selain harus stay cool, lo juga sebaiknya jangan terlalu ekspresif kayak baru ngeliat matahari untuk pertama kalinya.
Contohnya ketika lo liat suatu objek keren untuk difoto. Lo boleh foto-foto, tapi fotolah hal-hal indah yang unik dan jarang ditemuin di tempat lain. Gak perlu histeris ketika liat kucing lewat lalu teriak “Ya ampun kucing Bali lucu-lucu banget sih uwuwuwwww gemessssss” 
HELLOOOOOO KUCING DIMANA-MANA YA GITU-GITU AJA  MBAAAA!!

Atau ketika lo lagi berkunjung ke sebuah pasar di Malang, lalu lo amazed ngeliat buah apel dan berkata “Wow awesome banget bu apelnya! Saya belum pernah liat apel semerah ini! Buletnya sempurna! Dunia harus tau apel Malang.”
ATUHLAH DI CARREFOUR JUGA ADA APEL MALANG!!

Atau lo liat anak kecil lagi lari-larian di pinggir sawah terus lo langsung cekrek2 sambil berkata “Duhhh lucu banget anak-anak Lampung warna ingusnya unik, ijo tosca dengan sedikit sentuhan kuning giniii”
APA-APAAN INIIIIIII!!!!

Gue sih lebih setuju kalo lo pergi ke suatu tempat wisata keluarga, dimana banyak keluarga-keluarga muda menghabiskan waktu bersama, melihat senyum ceria di wajah anak-anak kecil, dan lo pasti akan bergumam “Duh lucu banget sih……….papanya uwuwuwuwuwuwuwwww” #XAMPAH

Contoh lainnya untuk tidak bertingkah kayak turis adalah ketika lo lagi di perjalanan, let’s say di bus atau kereta. Lo gak perlu liatin aplikasi maps di handphone tiap menit. Udah gitu pake suara pula. “Go straight.” Lalu 5 menit kemudian si mbak-mbak gps ngomong lagi “go straight”. Yaiyalah straight, orang lagi naik kereta :(
Versi konvensional dari aplikasi maps di hanpdhone adalah peta. Lo juga gak perlu buka peta gede-gede di dalam bus, apalagi pake acara ngajak orang yang duduk di sebelah main peta buta :(
Tetep tenang aja selama udah tau ancer-ancer perjalanan yang tertulis di itinerary.

Tips 8 - Bawa uang yang cukup dan simpen di beberapa tempat
Traveling yang nyaman akan terjadi jika keuangan aman. Hahahahaha. Gak harus bawa uang banyak, yang penting cukup dan dilebihin dikit just in case ada emergency. Dan yang gak kalah penting adalah: jangan taro semua uang lo di dompet. Why? Karena kalau semua uang ditaro di dompet, ketika tiba-tiba dicopet atau dompet lo hilang, lo akan kebingungan dan dilanda duka mendalam kayak diputusin pacar yang baru jadian sehari! Simpen uang di berbagai tempat selain dompet, misalnya di kantong celana, di kantong tas bagian depan, di kaos kaki (agak geli-geli gitu sih jadinya), kantong baju, atau bisa juga lo taro di sofa tempat lo duduk…...siapa tau aja lo punya keahlian menggandakan uang LOL


Itu dia 8 tips awesome untuk solo traveling!

Jadi kalau ada yang bilang: “Solo traveling? Ga seru keleus..”
Seru banget keleus. Bisa atur itinerary sendiri, bisa gerak kemana aja tanpa perlu denger temen ngetrip ngedumel karena laper, baper, atau lagi caper -___-
“Solo traveling? Ga mungkin lah.. gue kan cewek!”
Sampe kapan cewek mau dianggap lebih lemah dari lakik? Jadi cewek kudu seterong! Jangan manja!
“Solo traveling? Emangnya aman ya?”
Aman, selama lo melakukan tips-tips di atas insya Allah aman :))))

Sekian tips yang bisa gue bagikan! Semoga setelah membaca artikel awesome ini, lo akan semakin yakin untuk coba solo traveling karena going to new places and meeting new people itu asique beud dan tida terlupakan~~